http://www.antara.co.id/arc/2009/2/22/angka-pengangguran-di-as-mencapai-5-juta-orang/

*Angka Pengangguran di AS Mencapai 5 Juta Orang*


*Washington* (ANTARA News) - Amerika melaporkan hampir lima juta orang
memanfaatkan tunjangan pengangguran, suatu jumlah yang tinggi di tengah
resesi, sementara Inggris sedang mengupayakan konsensus untuk mengatasi
krisis ekonomi global.

Data memperlihatkan peningkatan jumlah klaim tunjangan pengangguran sebesar
170.000 menjadi 4,987 juta klaim untuk pekan yang berakhir 7 Pebruari. Angka
ini adalah yang tertinggi sepanjang masa lainnya, kata Departemen Tenaga
Kerja AS, seperti dilaporkan AFP.

Peningkatan yang cepat jumlah orang yang kehilangan lapangan kerja di
perekonomian terbesar dunia itu, yang telah dibelit resesi selama lebih dari
setahun, tampak jelas dalam angka sementara jumlah klaim pengangguran.

Para analis mengemukakan terus bertambahnya jumlah orang yang meminta
tunjangan pengangguran merupakan berita buruk bagi belanja konsumen, yang
mendorong hampir dua pertiga perekonomian AS.

"Jumlah klaim yang terus bertambah telah mencapai rekor tinggi. Angka ini
mencerminkan betapa sulitnya orang mencari lapangan kerja baru pada saat ini
dan memicu orang, jika memungkinkan, untuk lebih banyak menabung," kata
Patrick O'Hare dari Briefing.com.

Presiden Obama telah menandatangani paket stimulus senilai 787 miliar dolar,
dan juga sejumlah paket stimulus digulirkan di seluruh dunia sehingga
memunculkan tuduhan proteksionisme.

Menteri Keuangan Cheko, Miroslav Kalousek mengecam  proteksionisme sebagai
"jalan menuju neraka" dan mengeritik paket stimulus AS.

"Kita harus mencegah para pemimpin populis melancarkan kampanye "Buy Czech,
Buy America dan Buy French," kata Kalousek.

Cheko pada awal tahun ini mendapat giliran sebagai Presiden Uni Eropa.

Baik Prancis maupun AS telah mendapat kritikan atas rencana-rencana mereka
yang menelan biaya mahal untuk membantu perekononomian mereka yang
menghadapi masalah berat.

Para pengamat melukiskan langkah mereka sebagai proteksionis.

Bank sentral Jepang mengumumkan berbagai rencana untuk menggelontorkan dana
lebih dari 10 miliar dolar guna membeli obligasi perusahaan dalam upaya
mengatasi ketatnya kucuran kredit.


Korban terus berjatuhan

Berita-berita perusahaan yang kurang menggembirakan terus bermunculan.

Perusahaan reasurasi terbesar dunia, Swiss Re, melaporkan kerugian senilai
735 juta dolar pada 2008 dan raksasa perbankan Prancis, BNP Paribas,
menderita kerugian sebesar 1,7 miliar dolar.

BNP Paribas mengaitkan kerugian yang dialaminya pada "memburuknya iklim
ekonomi di AS, Spanyol dan Ukraina serta semakin dalamnya krisis keuangan
global.
Perusahaan industri pesawat Brazil, Embraer, mengemukakan pihaknya akan
merumahkan 20 persen angkatan kerjanya yang berjumlah 21.000 orang, akibat
"krisis yang belum pernah terjadi yang melanda ekonomi global. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke