http://www.antara.co.id/arc/2009/3/4/nasa-siapkan-misi-pertama-pencarian-planet-seperti-bumi/


*NASA Siapkan Misi Pertama Pencarian Planet Seperti Bumi*


*Washington* (ANTARA News) - *NASA* kini sedang mempersiapkan peluncuran
pesawat antariksa Kepler, dengan teleskop antariksa baru yang untuk pertama
kalinya akan mampu mendeteksi berbagai planet seperti Bumi di luar tata
surya, manajer proyek itu menyatakan.
�
Kepler dijadwalkan akan diluncurkan dengan roket Delta II dari Pangkalan AU
Tanjung Canaveral, di Frolida, pada 5 Meret pukul 10:48 waktu setempat atau
6 Maret pukul 10:48 WIB.
�
Misi tersebut merupakan misi pertama Badan Antariksa dan Aeronautika (NASA)
AS dalam pencarian planet-planet yang mengorbit berbagai matahari sama
seperti Matahari kita, pada jarak dan temperatur yang tepat sehingga
memungkinkan adanya air yang mendukung kehidupan.

"Kepler akan merintis jalan menuju tapal batas tak dikenal pada galaksi
kita, Bima Sakti. Dan berbagai penemuannya boleh jadi akan mengubah secara
mendasar pandangan manusia atas galaksi tersebut," kata Jon Morse, direktur
astrofisika pada badan antariksa itu di kantor pusatnya Washington, dalam
jumpa persnya, seperti dilaporkan AFP.

"Sensus keplanetan Kepler akan menjadi penting sekali bagi pemahaman
banyaknya planet seperti Bumi pada galaksi kita dan perencanaan misi-misi
yang akan mendeteksi secara langsung dan mengenali ciri-ciri dunia-dunia
seperti ini di sekitar bintang-bintang di dekatnya," imbuhnya.
�
Dilengkapi dengan kamera terbesar yang pernah diluncurkan ke antariksa, yang
dikenal sebagai charged couple devices (CCD) 95 megapiksel, teleskop Kepler
mampu mendeteksi bintang-bintang yang berkedip secara berkala akibat
tertutup planet-planet saat benda langit itu melintas di dekat
bintang-bintang tersebut.

Dengan biaya hampir 600 juta dolar, misi Kepler akan berlangsung selama tiga
tahun dan meneliti lebih dari 100.000 bintang seperti Matahari di kawasan
konstelasi Angsa dan Lira di galaksi Bima Sakti.


Tak terlalu panas dan juga dingin

Menurut William Borucki, penyelidik utama Kepler yang berkedudukan di Pusat
Riset Ames, NASA, di California, proyek itu akan menemukan tempat-tempat
dimana kondisi sempurna untuk mendukung kehidupan.

"Apa yang menarik perhatian dalam penemuan kami adalah planet-planet itu tak
terlalu panas dan tak terlalu dingin. Suhunya cukup memadai," katanya.

"Kami akan mencari planet-planet dengan suhu yang betul-betul memadai bagi
adanya air cair di permukaan planet."

Teleskop itu, yang siap memelototi sebuah tempat di langit dalam seluruh
misinya, mampu melihat bintang-bintang yang kedipannya dipengaruhi
planet-planet.

"Planet-planet seperti Bumi di kawasan yang dapat dihuni secara teoritis
akan memerlukan waktu setahun untuk mengorbit," jadi rentang kehidupan tiga
tahun Kepler akan memungkinkan proyek itu untuk memastikan kehadiran sebuah
planet dengan mengamati dampaknya yang tak kentara atas bintang-bintang yang
diedarinya, kata NASA dalam sebuah pernyataannya.
�
"Jika kami menemukan banyak planet, ini tentu saja mengandung arti bahwa
kehidupan boleh jadi suatu yang lazim di seluruh galaksi kita, dan ada
peluang bagi kehidupan untuk memiliki tempat berkembang," kata Borucki.
�
"Jika planet tak ditemukan atau hanya sedikit ditemukan, itu boleh jadi
menegaskan bahwa planet-planet yang dapat didiami seperti Bumi sangat jarang
dan Bumi kemungkinan satu-satunya pos terdepan bagi kehidupan," katanya. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke