http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=25407

     07 Maret 2009 04:20:52



      Kalla Merapat ke Mega





      JAKARTA- Upaya Golkar untuk menceraikan M. Jusuf Kalla (Kalla) dengan 
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus berlangsung. Meski di kubu Jusuf Kalla ada 
kelompok yang terus berupaya mempertahankan duet presiden-wakil presiden itu, 
nyatanya internal Golkar dan orang-orang di sekitar Kalla terus melakukan 
langkah penggiringan agar Kalla hengkang dari SBY. 


      Kemarin (6/3), misalnya, Kalla terang-terangan mengakui bahwa dirinya 
sebagai ketua umum DPP Golkar mengundang Ketua Umum DPP PDIP Megawati untuk 
berkunjung ke Slipi (Kantor DPP Golkar). Padahal, sebelumnya kontak antarparpol 
banteng dan beringin itu hanya dilakukan dewan penasihat DPP masing-masing. 



      "Kali ini kita undang (Megawati, Red)," tegas Kalla. 


      Meski demikian, Kalla menolak menjelaskan agenda pertemuan tersebut. Dia 
tak bersedia menjawab ketika wartawan bertanya apakah pertemuan itu membahas 
rencana koalisi pada pemilu presiden. "Tadi kan janji tidak tanya yang 
sulit-sulit, "elaknya. 
      Sumber Jawa Pos (Grup Cenderawasih Pos) yang dekat dengan Jusuf Kalla 
mengakui bahwa pertemuan tersebut memang inisiatif Golkar. Namun, pertemuan itu 
terancam dibatalkan bila Megawati tidak bersedia datang ke Slipi. 


      Selain dengan PDIP, kata sumber Jawa Pos, komunikasi politik dilakukan 
dengan PPP. Hari ini (7/3) Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali dan 30 pengurus 
teras DPP PPP akan bertandang ke DPP Partai Golkar. ??Tetapi, minus Bachtiar 
Chamsyah," lanjutnya.  Berbeda dengan Suryadharma Ali yang aktif melakukan 
komunikasi politik dengan sejumlah calon presiden, Bachtiar Chamsyah sejak awal 
menyatakan bahwa PPP akan mendukung SBY kembali menjadi presiden.  Sebelumnya, 
Suryadharma juga bertandang ke kediaman resmi Jusuf Kalla untuk membahas 
koalisi antara Golkar dan PPP. ??Ibarat listrik, PPP, dan Golkar itu sudah 
nyambung setrumnya, jadi gampang kalau kedua partai akan berkoalisi,? ujar 
Suryadharma ketika itu. (noe/mk)
       
        
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke