http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/03/08/08263524/musisi.lokal.tidak.kalah.pamor
*Musik** * *Musisi Lokal Tidak Kalah Pamor* Minggu, 8 Maret 2009 | 08:26 WIB Oleh Budi Suwarna & Susi Ivvaty Setiap tahun pada pergelaran Java Jazz, ruangan Cendrawasih 1 dan 2 selalu dipadati penonton, bahkan sampai meluber. Bukti bahwa di mata publik lokal para penampil dari Indonesia tidak kalah pamor dan mampu bersaing dengan musisi dari luar negeri dalam memperebutkan peminat. Begitu pula pada Axis Java Jazz Festival 2009. Panggung Cendrawasih 1 dan 2 digebrak oleh penampilan Tangga, Cindy Bernadette, Afgan, Humania, dan Dhruv, Jumat (6/3). Mereka memuaskan telinga ribuan penonton yang tidak hanya berdiri, namun ada yang duduk ngelesot di lantai. Sejenak menengok ke belakang, tahun lalu penyanyi Dewi Sandra pun merasa puas dengan antusiasme penonton yang membeludak. Aku enggak nyangka, begitu banyak, katanya waktu itu. Begitu pula dengan grup band Emerald yang tampil pada Java Jazz 2007. Vokalis Emerald, Ricky Johannes, tak percaya sambutan penonton begitu heboh. Kirain kalau sudah level Java Jazz, penyanyi Indonesia kurang dianggep lagi karena bintang dari luar negeri udah bertaburan. Apalagi kayak Emerald yang lama tak muncul, begitu katanya. Tangga memikat Ruang Cendrawasih 1 dan 2 pada Java Jazz 2009 ini dibuka dengan penampilan kelompok vokal Tangga dengan awak Kamga (21), Tata (24), Nerra (24), dan Chevrina (20) pada Jumat sore pukul 16.45. Tangga menyanyikan sejumlah lagu andalan dan populer seperti Terbaik Untukmu, Kesempatan Kedua, dan Hebat. Di tengah-tengah pertunjukan, Tata yang adiknya penggebuk drum Element, Didi Riyadi, berseru, Tangga ini sebenarnya beraliran pop, bahkan se-pop-popnya. Tapi justru itulah. Pop adalah aliran yang paling enak diperkosa. Bagi Tangga, pengalaman kali ini sangat berkesan. Pertunjukan di Java Jazz ini adalah pentas pertama grup ini di tahun 2009. Sebuah awal yang baik. Tangga bangga bisa menjadi bagian dari kelompok vokal yang paling sedikit di Indonesia. Di Java Jazz, Tangga menyesuaikan dengan musik jazz yang banyak improvisasi, tutur Kamga, vokalis yang jangkung dan hitam manis. Tangga pun menyanyikan beberapa lagu milik beberapa kelompok vokal secara medley. Diawali dengan lagu Kerinduanku dari AB Three, lalu Rindu Ini dari Warna, Cinta Semu milik Tofu, dan Putus Nyambung serta Lets Dance Together dari Bukan Bintang Biasa. Saat menyanyi lagu Putus Nyambung inilah penonton tidak dapat menahan tawa. Lucu tapi sangat bagus. Putus Nyambung menjadi terdengar berbeda ketika dinyanyikan dengan musik swing. Keren.... Kebanyakan ABG Penyanyi Afgan tampil sekitar pukul 21.00 malam. Di ruang itu, sekitar 5.000 orang rela berdiri dan berdesak-desakan untuk melihat penampilan penyanyi muda pop itu. Sebagaimana pertunjukan Afgan lainnya, sebagian besar penonton adalah remaja alias anak baru gede (ABG), terutama yang berdiri di barisan depan. Hampir sepanjang pertunjukan, sebagian dari mereka terus meneriakkan nama, Afgan... Afgan... Afgan. Sebagian lagi sibuk memotret setiap gerak Afgan dengan kamera di telepon selulernya. Mereka bertambah heboh ketika Afgan menyanyikan dua lagu yang melambungkan namanya, Terima Kasih Cinta dan Sadis. Namun, kedua lagu tersebut diberi sentuhan musik disko sehingga terdengar agak rancak. Penonton ABG yang umumnya mengenal kedua lagu itu dalam aransemen pop lembut, tanpa dikomando ikut menyanyikan lagu itu. Afgan juga membawakan lagu-lagu pop yang populer di akhir tahun 1980-an, seperti Tak Kuduga (dipopulerkan Ruth Sahanaya) dan Sakura (Fariz RM). Sekitar satu jam setelah Afgan, Humania tampil di panggung yang sama. Kali ini, penonton yang merangsek ke depan panggung kebanyakan penonton usia 25 tahunan ke atas. Malam itu, Humania membawakan kombinasi lagu baru dan lagu-lagu seperti Terserah. Musik pop bernuansa jazz yang mereka usung mampu mengajak sebagian penonton bergoyang hingga akhir pertunjukan. Di Panggung Lobi 2, grup Souleh & Souleha mencuri perhatian para pengunjung yang lalu lalang di arena Java Jazz lewat lagu-lagu jazz dan pop. Grup band itu tampil santai dan komunikatif dengan penonton. Tidak heran, jika penonton memberi sambutan hingga pertunjukan berakhir. Di Dji Sam Soe Lounge, Drew tampil menawan lewat lagu-lagu berirama pop dan blues. Begitulah tiap tahun sejak 2005 ruang Cendrawasih menjadi saksi pertunjukan penyanyi lokal di ajang Java Jazz, yang layak diperhitungkan. Di ruang ini pernah manggung antara lain Glenn Fredly, Marcell, Tohpati, Iga Mawarni, 5 Wanita, Indra Lesmana, Kahitna, Rieka Roeslan, Ecoutez, Maliq and DEssentials, Syaharani, dan Ruth Sahanaya. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [email protected] 5. No-email/web only: [email protected] 6. kembali menerima email: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

