Harian Komentar
12 Maret 2009

SVR Jamin Keamanan Tempat Ibadah Umat Yahudi di Tondano 


Tondano, KOMENTAR
Jika di Surabaya keberadaan sinagoge atau tempat beribadah umat Yahudi terancam 
keber-adaannya, lain halnya dengan sinagoge di Tondano, Kabupa-ten Minahasa. 
Jaminan keaman-an sinagoge tersebut datang langsung dari Bupati Minahasa, Drs 
Stefanus Vreeke Runtu (SVR). Hal tersebut diungkap-kan SVR usai mengikuti 
peraya-an Hari Raya Purim (salah satu hari raya penting Umat Yahudi), di 
Sinagoge Beth Hashem Ton-dano, Selasa (10/03) lalu.

"Pada prinsipnya Pemkab Mi-nahasa melindungi dan menja-min hak-hak dan 
kebebasan umat Yahudi dalam menjalankan ibadahnya di Sinagoge Beth Haseem 
Tondano," kata SVR kepada Ketua Jewish Community of Indonesian (JCI), Yaacov 
Baruch. Yaacov sendiri didampingi Biro Informasi dan Komunikasi JCI, IN Grosman 
mengatakan, Hari Raya Purim merupakan peri-ngatan bebasnya orang-orang Yehuda 
dari persekongkolan keji oleh Haman di Persia seba-gaimana dikisahkan dalam 
Kitab Ester di Perjanjian Lama. 

Persekongkolan itu berhasil dibongkar oleh Ratu Ester. Tak heran Hari Raya 
Purim selalu diisi dengan penuh ke-gembiraan dan sukacita. Perayaan Hari Raya 
Purim di Sinagoge Tondano turut dihadiri Bupati Minahasa Vreeke Runtu dan 
anggota DPR RI Adrian Tapada beserta Chintia Maramis dan perwakilan dari Jewish 
Community of Indonesia, Mrs Maureen Hannah. Se-ara terpisah, Maureen Han-nah 
saat berbincang-bincang dengan Komentar di Manado mengatakan, salut dan sangat 
bangga atas kehadiran serta perhatian Bupati Minahasa terhadap keberadaan 
Sinagoge Beth Hashem Tondano. 

"Pak bupati sangat memper-hatikan dan menjamin keberadaan sinagoge. Ini 
mem-buktikan umat Yahudi yang ada di Sulut dan Minahasa khususnya, mendapat 
tempat yang layak. Apalagi hadirnya anggota DPR RI menunjukkan dukungan penuh 
dari Peme-rintah Indonesia terhadap ke-bebasan plurarisme di Indo-nesia," 
jelasnya.

Begitu juga dengan Chintia Maramis, dirinya tak mampu menyembunyikan 
kekagum-annya atas sikap Pemkab Mina-hasa. "Saya baru pertama kali itu 
menginjakan kaki di Sinago-ge Tondano, rasa damai dan sukacita terasa sekali, 
apalagi dukungan pemerintah akan eksistensi sinagoge tersebut. Bagi saya jika 
keberadaan sinagoge itu dikecam sangat ke-liru seperti yang terjadi di 
Sura-baya. Tempat ibadah yang men-jadi berkat dan memberkati bang-sa dan daerah 
kita mengapa ha-rus dikecam," ungkapnya. 

Di sisi lain Ketua JCI Yaacov Baruch melalui Biro Infokom IN Grosman membantah 
pem-beritaan salah satu media ce-tak yang memelintir keber-adaan sinagoge 
dengan me-ngulas masalah doktrin yang bukan doktrin Yahudi.  "Kami Komunitas 
Yahudi Indonesia dan Komunitas Yahudi Sulut tidak pernah membe-rikan statemen 
seperti diberitakan salah satu media cetak Sulut. Pemberitaan tersebut sangat 
tendensius dan bisa berdampak memojokkan keberadaan sinagoge di Ton-dano. 
Apalagi sampai menulis soal doktrin-doktrin yang ti-dak sesuai dengan keyakinan 
Umat Yahudi, yang isinya jus-tru mempertentangkan umat Yahudi dan Kekristenan," 
tegas Grosman.(irv) 

   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke