(dikutip dari milis tetangga)
 
--- On Thu, 3/12/09, Geis Chalifah <geischalifah@ yahoo.com> wrote:

Setelah beberapa kali istana kecolongan oleh para penipu spt kasus 
BBM dari air dan berasa super toy,  kini Istana mungkin akan  kembali 
mengalami hal yang yang seharusnya tidak perlu. President SBY 
dijadwalkan untuk membuka muktamar organisasi yang menamakan diri 
"Perhimpunan Al irsyad" pada tanggal 22 Maret 2009. 

"Perhimpunan Al Irsyad" tersebut telah diputuskan oleh MA baik dalam 
memori kasasi maupun PK. Mahkamah Agung memutuskan untuk 
mengembalikan semua aset aset Pimpinan Pusat Alirsyad Al Islamiyyah 
kepada orginasasi yang syah yang dipimpin oleh KH Abdullah Djaidi. 

Sedangkan perhimpunan Al Irsyad yang akan bermuktamar nanti yang saat 
ini dipimpin oleh Yusuf Usman baisa adalah Organisasi yang telah 
diputusakn oleh MA untuk mengembalikan aset2 Al Irsyad dan dilarang 
memakai simbol simbol Al Irsyad. Dan Yusuf Usman baisa bersama teman 
temanya telah dipecat dari keanggotaan Al Irsyad Al Islamiyyah. 

Namun demikian rupanya Lobby politik lebih kuat dari putusan MA. 
Sehingga Bapak Presiden SBY berencana akan membuka muktamar tersebut 
yang jelas jelas telah dikalahkan dalam putusan MA.

Sedangkan PP Al Irsyad Al Islamiyyah yang syah dibawah pimpinan KH 
Abdullah Djaidi telah mengirim surat permohonan audiensi dengan 
dilampirkan salinan berkas berkas keputusan MA.

Mohon kepada teman teman Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng dan  
yang berada dilingkaran Istana saat ini untuk membantu mengingatkan 
Presiden SBY agar tidak kecolongan lagi.  Sebab Perhimpun an Al Irsyad 
yang akan ber muktamar tsb tidak ada dasar hukumnya dan jelas jelas 
telah melanggar keputusan MA.

Terimakasih 

Salam 

Geisz Chalifah

 


 



Satrio Arismunandar 
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4034,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke