> Date: Friday, March 13, 2009, 8:38 AM
> 13/03/2009 07:46 wib - Nasional Aktual
> Kerjasama Indonesia-Jepang Sudah Ada Sejak Zaman Majapahit
> 
> 
> 
> Tokyo, CyberNews. Kebesaran Kerajaan Majapahit menarik
> perhatian para arkeolog dan kalangan akademisi Jepang,
> apalagi kedua negara juga meyakini bahwa hubungan Indonesia
> - Jepang sudah berlangsung sejak zaman keemasan kerajaan
> terbesar di Indonesia tersebut.
> 
> Adanya hubungan sejarah tersebut perlu dipertegas melalui
> berbagai kegiatan kerjasama yang bisa membuktikan sejarah
> kedekatan hubungan tersebut, apalagi kedua kerajaan juga
> diyakini tidak pernah bisa ditaklukkan oleh kekaisaran
> China, demikian kesimpulan dalam seminar yang berlangsung di
> Tokyo, Kamis.
> 
> "Adanya hubungan dengan kerajaan Jepang didasarkan
> pada temuan di situs Trowulan berupa barang pecah belah
> buatan kerajaan Jepang pada abad ke-13," kata arkeolog
> Indonesia I Made Kusumajaya, yang tampil sebagai pembicara
> pertama.
> 
> Dari situs itulah, katanya, banyak ditemukan baran-barang
> pecah belah lainnya dari Jepang yang terbuat dari porselen.
> Situs Trowulan, di Mojokerto, Jawa Timur, merupakan bekas
> ibukota Kerajaan Majapahit, dan kini terus dilakukan
> penggalian terhadap situs tersebut guna menemukan
> bukti-bukti lainnya.
> 
> Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu terakhir di
> semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari
> kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.
> 
> Peneliti dari Ditjen Sejarah dan Purbakala Departemen
> Kebudayaan dan Pariwisata itu mengatakan, sejarah kebesaran
> Majapahit dan hubungannya yang jauh sampai ke beberapa
> negara, seperti Jepang, perlu dibuktikan lagi melalaui
> penggalian situs ataupun penemuan bukti-bukti sejarah
> lainnya.
> 
> Selain dengan Jepang, kebesaran Kerajaan Majapahit juga
> bisa dilihat dari "hubungan diplomatiknya" yang
> luas dengan kerajaan-kerajaan lain di kawasan Asia, mulai
> dari Kerajaan Campa, Kamboja, Siam (Thailand), Birma (kini
> Myanmar), Vietnam, dan China.
> 
> Sementara itu, Rektor Tokyo University of the Arts Ryohei
> Miyata mengatakan, ada banyak makna yang bisa dipetik dari
> mempelajari sejarah Kerajaan Majapahit, yaitu kebudayaan dan
> kebesaran kerajaan-kerajaan di Asia.
> 
> Dari sini, katanya, bisa diperoleh pengertian yang mendalam
> dan kerjasama bagi upaya peningkatan hubungan kedua negara
> di masa depan. Itu sebabnya upaya-upaya untuk menggali
> peninggalan Kerajaan Majapahit perlu terus dilakukan.
> 
> "Akan bisa ditemukan kesamaan-kesamaan di antara
> Kerajaan Majapahit dan Jepang. Di Jepang sendiri sebagian
> besar bukti-bukti mengenai kerajaan Jepang sudah berhasil
> ditemukan, sedangkan di Indonesia masih sangat kurang,"
> kata Miyata.
> 
> Ia juga mengatakan perlunya Jepang membantu setiap upaya
> penelitian dan penggalian bukti-bukti sejarah
> kerajaan-kerajaan di Indonesia, khususnya Kerajaan
> Majapahit.
> 
> 
> Kapal Majapahit
> 
> Jepang sendiri merencanakan akan membantu pembuatan kapal
> yang biasa dipakai kerajaan Majapahit untuk berhubungan
> dengan kerajaan-kerajaan lainnya di Asia.
> 
> "Kapal ini nantinya persis seperti yang dibuat pada
> zaman Majapahit dulu, tidak ada paku besinya ataupun
> skrup-nya," kata tokoh masyarakat pendukung pertukaran
> kebudayaan Indonesia-Jepang Luluk Sumiarso.
> 
> Menurut Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
> itu, kapal itu nantinya akan melakukan pelayaran ke Jepang
> untuk menjadi simbol kedekatan hubungan yang sudah terjalin
> sejak abad 13.
> 
> Abad 13-14 merupakan masa-masa kejayaan Kerajaan Majapahit
> yang berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 Masehi.
> 
> Kapal ini nantinya juga menjadi bukti terjalinnya hubungan
> yang kuat antara Kerajaan Majapahit dan kerajaan-kerajaan
> besar lainnya di Asia. 
> 
> (Ant /smcn)
> 
> 
> 
> http://suaramerdeka.com/
> 
> 
> 


      

Kirim email ke