http://www.republika.co.id/berita/37223/Setiap_Bulan_Ada_Orang_Belanda_Jadi_Muallaf

Setiap Bulan Ada Orang Belanda Jadi Muallaf
By Republika Newsroom
Jumat, 13 Maret 2009 pukul 17:05:00 
 
DEN HAAG--"Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bersaksi bahwa 
Muhammad adalah utusan Allah," demikian dua kalimat syahadat yang diucapkan 
Stefan Kruger (25), warga Groningen, Belanda, di hadapan ustadz Ludo Jongmas 
(50) di Mesjid Al-Hikmah, Den Haag.

Sebelum mengucapkan dua kalimah syahadat, Stefan mengaku bahwa dia tidak 
dipaksa oleh siapa pun untuk memeluk agama Islam.

"Selain ingin mengetahui Islam lebih jauh lagi, saya juga ingin menikah dengan 
seorang muslimah asal Indonesia," katanya.

Kalimah syahadah itu, diucapkannya secara terbata-bata hingga harus diulang 
beberapa kali. Sesekali sang ustadz tersebut bertanya juga kepada jamaah mesjid 
soal sah tidaknya lafaz syahadat yang diucapkannya itu.

Sebanyak tiga kali, syahadat itu diucapkan hingga akhirnya Stefan alias Safwan 
(nama Islam-nya) mendapatkan ucapan selamat dan pelukan dari jamaah muslim 
lainnya di mesjid tersebut.

Menurut Ketua Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME), Aman Sulchan, setiap 
bulan, ada saja orang Belanda yang menyatakan keinginannya mengucapkan dua 
kalimah syahadat alias memeluk agama Islam. Mereka ini disebut muallaf.

"Rata-rata, sekali sebulan, ada yang masuk Islam, bahkan lebih dari dua orang," 
ujar Aman.

Pada umumnya, mereka dilandasi karena ingin menikahi wanita Islam, bahkan ada 
pula yang benar-benar ingin mempelajari Islam secara mendalam.

Tidak sedikit di antara mereka yang lebih fanatik setelah mendalami ajaran 
Islam dibandingkan dengan mereka yang sudah memeluk agama ini sejak lahir.

Diperkirakan, jumlah orang Belanda yang masuk Islam setiap tahun mencapai 
sekitar ratusan orang. Salah seorang bintang sepakbola Belanda, Robin van 
Persie, juga seorang Muslim.

Menurut Aman, meski saat ini banyak orang yang menghina Islam, khususnya 
politisi Belanda yang sering mengambil isu Islam dalam kampanye mereka, hal 
tersebut malah memberikan keuntungan di mana banyak orang-orang yang lebih 
tertarik untuk mempelajari Islam.

Sejak kasus terbunuhnya Van Coch, kata Aman, jumlah masyarakat Belanda yang 
masuk Islam, semakin banyak. Van Coch dibunuh oleh warga muslim Belanda asal 
Maroko, Muhammad Buyeri pada November 2004. Tragedi ini terjadi karena Van Coch 
telah menghina Islam.

Penghinaan terhadap Islam kembali terjadi, dilakukan Geert Wilders, politisi 
Belanda yang secara sengaja menghina Islam untuk memperoleh suara terbanyak.

Secara terang-terangan, Wilders mengatakan bahwa Islam adalah bahaya terbesar 
yang akan mengancam Belanda dan kemanusiaan.

Namun, kata Aman, kondisi seperti ini malah memberikan keuntungan kepada Islam, 
karena justru sebaliknya, banyak orang-orang Belanda yang berminat mempelajari 
ajaran ini.

Koordinator Nasional untuk pemberantasan terorisme di Belanda, Tajeb Gostra 
seperti yang dikutip dari Reuters, mengatakan bahwa di Belanda, banyak anak 
muda yang cenderung memeluk agama Islam.

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang mendorong percepatan jumlah kaum muslimin 
di negeri Kincir Angin itu.

Di kalangan elite warga ibukota Belanda, katanya, ada sekitar 60 persen tidak 
meyakini satu pun agama. "Itulah sebabnya, banyak gereja dan yayasan-yayasan 
agama umat Nasrani tutup atau menjual aset-aset mereka, lantaran kian 
merosotnya jumlah jamaat mereka," ujarnya.

Sebaliknya, banyak pengamat percaya bahwa saat ini agama Islam sedang menyebar 
dengan cepat, karena kalangan Muslim sangat respek terhadap ajaran Islam 
dibandingkan dengan para pemeluk agama lainnya.

Oleh karena itu, tidak heran, bahwa setiap bulan ada saja orang Belanda, atau 
warga negara lain yang bermukim di sana, menjadi muallaf.ant/Rahma Saiyed/kem


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke