http://www.antara.co.id/arc/2009/3/11/setiap-bulan-ada-orang-belanda-jadi-muallaf/

*Setiap Bulan Ada Orang Belanda Jadi Muallaf*


Oleh Rahma Saiyed

*Den Haag*, Belanda (ANTARA News) - "Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain
Allah, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya," demikian dua kalimat
syahadat yang diucapkan Stefan Kruger (25), warga Groningen, Belanda, di
hadapan ustadz Ludo Jongmas (50) di Mesjid Al-Hikmah, Den Haag, Sabtu
(7/3).

Sebelum mengucapkan dua kalimah syahadat, Stefan mengaku bahwa dia tidak
dipaksa oleh siapa pun untuk memeluk agama Islam.

"Selain ingin mengetahui Islam lebih jauh lagi, saya juga ingin menikah
dengan seorang muslimah asal Indonesia," katanya.

Kalimah syahadah itu, diucapkannya secara terbata-bata hingga harus diulang
beberapa kali. Sesekali sang ustadz tersebut bertanya juga kepada jamaah
mesjid soal sah tidaknya lafaz syahadat yang diucapkannya itu.

Sebanyak tiga kali, syahadat itu diucapkan hingga akhirnya Stefan alias
Safwan (nama Islam-nya) mendapatkan ucapan selamat dan pelukan dari jamaah
muslim lainnya di mesjid tersebut.

Menurut Ketua Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME), Aman Sulchan, setiap
bulan, ada saja orang Belanda yang menyatakan keinginannya mengucapkan dua
kalimah syahadat alias memeluk agama Islam. Mereka ini disebut muallaf.

"Rata-rata, sekali sebulan, ada yang masuk Islam, bahkan lebih dari dua
orang," ujar Aman.

Pada umumnya, mereka dilandasi karena ingin menikahi wanita Islam, bahkan
ada pula yang benar-benar ingin mempelajari Islam secara mendalam.

Tidak sedikit di antara mereka yang lebih fanatik setelah mendalami ajaran
Islam dibandingkan dengan mereka yang sudah memeluk agama ini sejak lahir.

Diperkirakan, jumlah orang Belanda yang masuk Islam setiap tahun mencapai
sekitar ratusan orang.

Menurut Aman, meski saat ini banyak orang yang menghina Islam, khususnya
politisi Belanda yang sering mengambil isu Islam dalam kampanye mereka, hal
tersebut malah memberikan keuntungan di mana banyak orang-orang yang lebih
tertarik untuk mempelajari Islam.

Sejak kasus terbunuhnya Van Coch, kata Aman, jumlah masyarakat Belanda yang
masuk Islam, semakin banyak. Van Coch dibunuh oleh warga muslim Belanda asal
Maroko, Muhammad Buyeri pada November 2004. Tragedi ini terjadi karena Van
Coch telah menghina Islam.

Penghinaan terhadap Islam kembali terjadi, dilakukan Geert Wilders, politisi
Belanda yang secara sengaja menghina Islam untuk memperoleh suara
terbanyak.

Secara terang-terangan, Wilders mengatakan bahwa Islam adalah bahaya
terbesar yang akan mengancam Belanda dan kemanusiaan.

Namun, kata Aman, kondisi seperti ini malah memberikan keuntungan kepada
Islam, karena justru sebaliknya, banyak orang-orang Belanda yang berminat
mempelajari ajaran ini.

Koordinator Nasional untuk pemberantasan terorisme di Belanda, Tajeb Gostra
seperti yang dikutip dari Reuters, mengatakan bahwa di Belanda, banyak anak
muda yang cenderung memeluk agama Islam.

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang mendorong percepatan jumlah kaum
muslimin di negeri Kincir Angin itu.

Di kalangan elite warga ibukota Belanda, katanya, ada sekitar 60 persen
tidak meyakini satu pun agama. "Itulah sebabnya, banyak gereja dan
yayasan-yayasan agama umat Nasrani tutup atau menjual aset-aset mereka,
lantaran kian merosotnya jumlah jamaat mereka," ujarnya.

Sebaliknya, banyak pengamat percaya bahwa saat ini agama Islam sedang
menyebar dengan cepat, karena kalangan Muslim sangat respek terhadap ajaran
Islam dibandingkan dengan para pemeluk agama lainnya.

Oleh karena itu, tidak heran, bahwa setiap bulan ada saja orang Belanda,
atau warga negara lain yang bermukim di sana, menjadi muallaf.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke