Mukjizat Al Qur`an


Kebenaran Ilmiah, Mukjizat Alquran

("PR",Bandung,04 Oktober 2007) atau baca di :
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/102007/04/ramadan03.htm

Alquran
adalah kitab petunjuk bagi seluruh manusia (hudan li al-nas), yang di
dalamnya juga mengandung penjelasan (bukti-bukti) sebagai petunjuk.
Bukti-bukti itulah yang kita katakan sebagai mukjizat, karena dengan
bukti-bukti tadi manusia tidak dapat mengingkari kebenaran isi Alquran.
Selain mukjizat dari segi kekuatan bahasa, ketepatan berita sejarah
maupun kejadian yang akan datang, serta keadilan hukum-hukum yang
dikandungnya, terdapat pula mukjizat dari segi ilmiah (sains dan
teknologi) yang beberapa faktanya baru bisa kita saksikan di zaman
mutakhir ini.
Dalam Seminar Internasional Mukjizat Alquran dan
Asunah tentang iptek di Bandung yang diikuti oleh peserta dari berbagai
penjuru dunia, terungkap pengakuan para pakar iptek Muslim maupun
non-Muslim tentang ketepatan ungkapan Alquran dalam menjelaskan
fenomena sains dan teknologi. Beberapa contoh berikut ini hanya
merupakan sebagian kecil cuplikan dari ungkapan para pakar tersebut.
Bidang
embriologi: Sampai abad ke-17 ilmuwan Barat beranggapan bahwa
penciptaan manusia terjadi sempurna sekaligus, yaitu sudah berbentuk
utuh ketika dikeluarkan dari bibit bapaknya (sperma). Pada abad ke-18
ditemukan mikroskop yang menunjukkan bahwa sel telur ibu (ovum) lebih
besar ukurannya dari sperma, sehingga anggapan tersebut bergeser ke
pembuahan di ovum sebagai awal kesempurnaan terbentuknya seluruh
anggota badan manusia. Baru pada abad-abad berikutnya dunia kedokteran
Barat mengetahui bahwa manusia terbentuk sempurna secara bertahap dalam
rahim ibunya. Padahal, umat Islam sudah meyakini sejak 15 abad yang
lalu, berdasarkan berita Alquran, bahwa manusia tercipta secara
bertahap (Q.S. Nuh: 13-14 ), dalam tiga lapis kegelapan di perut ibunya
(Q.S. Az -Zumaar: 6), dan mempunyai nama-nama tahapan yang
menggambarkan keadaan embrio secara akurat, 'alaqah, mudhghah, 'izhaam,
kisaail 'izhaam bil lahm (Q.S. Al Mu'minuun : 12-14), sebelum terbentuk
menjadi manusia secara utuh (khalqan akhar).
Bidang kosmologi:
Kebanyakan kepercayaan batil beranggapan bahwa dunia dan alam semesta
ini langgeng, tidak bermula dan tidak berakhir. Baru setelah
dipelajarinya kosmologi (ilmu tentang asal usul alam semesta) dengan
dukungan kemajuan fisika, terutama fisika nuklir, diketahui bahwa alam
semesta ini bermula dan akan berakhir. Bermula dari suatu “dentuman
besar” (big bang), kemudian terus mengembang (the expanding universe),
dan diperkirakan akan berakhir dalam suatu “runtuhan besar” (big
crunch). Walaupun pernyataan-pernyataan tersebut baru bersifat teoretis
dalam kosmologi, namun Alquran sudah memastikan sejak 15 abad yang
lalu, bahwa langit dan bumi berasal dari satu paduan yang kemudian
terpisah (Q.S. Al-Anbiya: 30), alam semesta ini diluaskan (Q.S. Adz
Dzaariyaat: 47), kemudian akan dihancurkan seperti kertas yang digulung
(Q.S. Al Anbiyaa: 104).
Bidang metalurgi dan astronomi: Kalau kita
buka terjemahan Alquran Surah Al-Hadid ayat 25, akan kita dapati
ungkapan "... dan Kami ciptakan besi ...", padahal dalam kalimat
aslinya berbunyi "... wa anzalna al hadida ... (dan Kami “turunkan”
besi) ...". Ternyata besi (ferum) yang massa atomnya 56-57 kali massa
atom hidrogen, memang hanya bisa terbentuk di bintang-bintang nun jauh
di sana. Matahari kita saja yang besarnya lebih dari sejuta kali bumi
ini, hanya mampu mengubah atom-atom hidrogen menjadi atom baru yang
dinamai helium, dengan kehilangan sebagian massa pembentuknya. Massa
yang hilang inilah yang dipancarkan terus-menerus sebagai energi
matahari sejak sekitar lima miliar tahun yang lalu. Kenyataan bahwa
besi benar-benar diturunkan dari luar bumi diketahui setelah penemuan
astronomi modern yang mendapati bahwa terbentuknya besi hanya bisa
terjadi di bintang-bintang dengan massa lebih dari empat kali massa
tata surya kita.
Dr. Abdul Majid Az-Zindany, Sekretaris Umum Haiatu
al i'jazil 'ilmiy fi Alquran wa al Sunnah (Komisi Mukjizat Ilmiah dalam
Alquran dan As Sunnah) Rabithah Alam Islami yang berpusat di Mekah
Al-Mukaramah, memberikan panduan berkaitan dengan mukjizat ilmiah ini.
Menurut dia, suatu penemuan iptek merupakan mukjizat ilmiah Alquran
maupun As-sunah dengan berpijak bahwa (1) Ilmu Allah SWT. bersifat
universal dan kebenarannya bersifat mutlak. Adapun ilmu manusia
bersifat terbatas dan kebenarannya nisbi, bisa benar bisa pula salah.
(2)
Ada nas-nas wahyu (Alquran) yang memiliki dilalah (penunjukan) pasti,
demikian pula ada realitas ilmiah yang indikasinya juga pasti. (3) Ada
juga ungkapan wahyu yang tidak memberikan penunjukan pasti (zhanniy al
dilalah atau mutasyabihat), sebagaimana pula ada teori ilmiah yang
belum bersifat pasti.
(4) Tidak mungkin terjadi pertentangan antara
yang pasti dari wahyu dengan yang pasti dari realitas ilmiah. Kalau
terjadi pertentangan pastilah ada kesalahan dalam menentukan kepastian
salah satunya. (5) Jika Allah SWT menampakkan kepada hamba-hamba-Nya
ayat-ayat-Nya di ufuk dan dalam diri manusia, yang menunjukkan
kebenaran ayat-ayat dalam kitab-Nya atau hadis Rasul-Nya, maka
pemahaman nas menjadi jelas, kesesuaiannya menjadi sempurna,
penafsirannya menjadi kokoh, dan penunjukan (dilalah) lafal nas
tersebut jadi tertentu; yaitu sesuai dengan penemuan ilmiah tersebut
yang berupa realitas fakta di alam. Inilah yang disebut mukjizat ilmiah.
(6)
Sesungguhnya teks (nas) wahyu diturunkan dengan lafal yang
komprehensif, mencakup segala konsep yang baru dalam topik-topiknya.
Kebenaran kandungannya terus-menerus muncul dari satu generasi ke
generasi selanjutnya. (7) Jika terjadi pertentangan antara nas yang
penunjukannya pasti (qath'iy al dilalah) dengan suatu teori ilmiah,
maka teori tersebut harus ditolak. Hal ini disebabkan nas wahyu berasal
dari Zat Yang Maha Berilmu. Adapun jika terjadi kesesuaian, maka nas
wahyu menjadi patokan kebenaran teori tersebut (dan bukan sebaliknya).
Sedangkan jika nas tadi penunjukannya tidak pasti (zhanniy al dilalah)
padahal realitas alamnya sudah bersifat pasti, maka nas tersebut harus
ditakwilkan pada pengertian yang sesuai dengan kenyataan ilmiah
tersebut.
(8) Jika terjadi pertentangan antara realitas ilmu yang
pasti dengan hadis (pengetahuan atau peristiwa) yang ketetapannya belum
pasti (zhanniy al tsubuut), maka pengertian hadis tadi harus
ditakwilkan sesuai dengan kepastian pengertian ilmiah itu. Adapun jika
tidak ada kesesuaian, maka yang pasti (qath'iy al dilalah) harus
didahulukan dari yang tidak pasti (zhanniy al dilalah). Wallahu a'lam.
(H. Abuyahya Purwanto, S. Si., alumnus Astronomi ITB, praktisi dakwah
Islam, anggota PiSQ-ICMI).

Private Belajar Mengaji Baca Al-Qur'an


Belajar Cepat Baca Al-Qur’an Metode Al-Bayan



Metode Cepat Baca Al-Qur’an

“Al-Bayan”



Lembaga Belajar Baca Al-Qur’an

Al-Bayan



“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada 
orang lain.”(HR. Bukhari)



“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat kelak,
sebagai syafaat (penolong) bagi orang yang membacanya.”(HR.Muslim)



“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu
kebaikan, tiap-tiap kebaikan dikalikan sepuluh kebaikan, aku tidak
mengatakan alif lam mim satu satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu
huruf dan mim satu huruf.”(HR. Tirmidzi)



Program Belajar



• Belajar Cepat Baca Al-Qur’an system 6 jam

• Tahsin Tilawah (Memperbaiki bacaan Al-Qur’an) bagi yang sudah bisa membaca 
Al-Qur’an tapi belum sesuai dengan kaidah tajwid.

• Plus Kajian Islam, bagi kedua paket belajar.



Persyaratan

• Muslim

• Muslimah (Min. 2 orang)

• Belum bisa baca Al-Qur’an

• Ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an



Jumlah Peserta Biaya Bimbingan, Modul dan Transport Pemateri



1 Orang: 450.000

2 Orang: 230.000/peserta

3 Orang: 190.000/peserta

4 Orang: 150.000/peserta



Para Pengajar



Diisi oleh para Ustadz kompeten di bidangnya, mahasiswa universitas
Islam cabang timur tengah di Jakarta, lulusan pondok pesantren pilihan
di Indonesia.





Waktu Pertemuan



2 kali pertemuan setiap minggu, pilihan waktu bisa disesuaikan dengan
waktu yang dimiliki peserta. Setiap pertemuan kurang lebih satu
setengah jam.



Keunggulan



• Metode Al-Bayan lebih menekankan praktek daripada teori.

• Mempersedikit hapalan.

• Berusaha memberikan yang terbaik bagi peserta didik.

• Jalan mudah belajar membaca Al-Quran dengan cepat dan tepat.



Pendaftaran bisa melalui sms ke 085216777857 atau telepon ke sekretariat kami 
di 021-99289242.

Telepon: 021-99289242, 085216777857

Alamat: Jl. Bumi Raya 5, No. 32 B, Rt4, Rw3, Duren Sawit, Jaktim

Telepon: 02199289242

Alamat: Jakarta

Kota: DKI Jakarta



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke