http://www.antara.co.id/arc/2009/3/25/presiden-persiapkan-pertemuan-g20/

*Presiden Persiapkan Pertemuan G20*


*Jakarta* (ANTARA News) - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* di Istana
Merdeka Jakarta, Rabu, memanggil gubernur Bank Indonesia (BI) dan sejumlah
menteri untuk membahas persiapan menghadiri pertemuan G20 di London,
Inggris.

Mereka yang dipanggil adalah Gubernur BI Boediono, Plt Menteri Perekonomian
Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, dan Menteri Perdagangan
Mari Elka Pangestu.

Usai pertemuan, Sri Mulyani menyatakan, dalam rapat tersebut Presiden
Yudhoyono mendapat penjelasan dari gubernur BI dan para menteri mengenai
perkembangan terakhir ekonomi dunia serta sikap Indonesia yang disampaikan
pada pertemuan tingkat menteri keuangan dan bank sentral negara G20 dua
pekan lalu di Inggris.

"Tadi dibahas dan di-update mengenai G20 karena Bapak Boediono dan saya
menghadiri dua minggu yang lalu. Jadi tadi disampaikan isu-isu yang dibahas
dari masing-masing negara, perkembangan ekonomi dunia terkini, reaksi dari
ekonomi dunia, dan bagaimana sikap Indonesia," jelas Sri Mulyani.

Menurut Menkeu, disampaikan juga kepada Presiden tentang upaya-upaya
pemerintah menjaga perekonomian Indonesia dalam menghadapi krisis keuangan
global.

"Jadi berbagai upaya-upaya bilateral kita lakukan, baik itu pada tataran
APBN maupun pada sisi kebijakan dan pengelolaan moneter serta neraca
pembayaran," ujarnya.

Menurut Boediono, Presiden telah mendapatkan gambaran utuh tentang
perkembangan terakhir dari sektor moneter dan perbankan dunia sebagai bekal
untuk menghadiri pertemuan puncak pemimpin negara G20 1 hingga 2 Apri
mendatang.

"Kita sampaikan semua perkembangan terakhir dan kemudian kita bicarakan juga
masalah swap dan sebagainya. Beliau ingin dengar bagaimana detilnya," ujar
Boediono.

Boediono mengatakan, selama Menkeu Sri Mulyani mendampingi Presiden
Yudhoyono menghadiri pertemuan G20 di London, ia tetap berada di Jakarta
untuk menjaga "gawang".

Sri Mulyani menjelaskan, ide membentuk dana dukungan global bagi negara
berkembang dalam menghadapi krisis yang disampaikan Presiden Yudhoyono dalam
pidatonya pada pertemuan G20 di Washington DC November 2008, telah mendapat
respon dalam bentuk penambahan dana bagi lembaga-lembaga keuangan
internasional.

"Pada tingkat working group IV itu sudah disetujui adanya suatu dukungan
tambahan dari bank-bank pembangunan regional dan bank dunia untuk menambah
jumlah `support` kepada negara-negara berkembang," tutur Menkeu.

Menurut Sri Mulyani, dana yang dialokasikan untuk "global support fund" itu
mencapai 100-120 miliar dolar AS yang bertujuan membantu negara-negara
berkembang dan berpendapatan rendah membiayai defisit anggaran.

Ia merinci, dana tersebut di antaranya untuk menambah modal Bank Pembangunan
Asia hingga 200 persen dan menambah modal dana moneter internasional hingga
500 miliar AS.
(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke