http://www.antara.co.id/arc/2009/3/25/sri-mulyani-masyarakat-tunggu-mrt/

*Sri Mulyani: Masyarakat Tunggu MRT*


*Jakarta* (ANTARA News) - *Plt Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani
Indrawati* mengatakan, sistem transportasi massal Jakarta (MRT) merupakan
sarana yang ditungu-tunggu masyarakat sehingga Pemprop DKI Jakarta harus
sungguh-sungguh merealisasikan infrastruktur itu.

"Percuma punya gubernur bergelar insinyur kalau tidak bisa menyelesaikan
masalah transportasi di ibukota," kata Sri Mulyani dalam penandatanganan
perjanjian penerusan hibah dari pemerintah kepada Pemprop DKI Jakarta di
Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu petang.

Penandatanganan penerusan hibah untuk pembangunan MRT itu dilakukan oleh
Dirjen Perimbangan Keuangan Depkeu Mardiasmo dan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi
Bowo.

Sri Mulyani menyebutkan, Indonesia sudah masuk ke dalam negara-negara dengan
income per kapita kelompok menengah tetapi hingga saat ini belum memiliki
sarana transportasi massal yang handal.

"Masyarakat tidak ingin hanya melihat penandatanganan penerusan hibah ini,
mereka menginginkan sebentar lagi ada sarana transportasi massal yang
efisien, aman, comparable dengan negara lain," katanya.

Sri Mulyani mengakui, pelaksanaan proyek MRT memang akan sangat rumit
sehingga pembuat kebijakan perlu mengerahkan segala kemampuannya.

"Pemerintah pusat akan berusaha semaksimal mungkin membantu pemda termasuk
dalam perubahan peraturan perundangan yang diperlukan," katanya.

Berdasar Loan Agreement Nomor IP-536 tanggal 25 Juni 2008 antara Pemerintah
Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA), pemerintah akan
menerima dana pinjaman senilai 1,869 miliar yen untuk mendanai kegiatan MRT.

Panitia Anggaran DPR pada awal Desember 2008 menyetujui usulan penerusan
hibah (ongranting) dari Jepang kepada Pemprop DKI sebesar 758 Juta yen.

Penandatangan hibah itu merupakan salah satu syarat untuk penandatangan loan
agreement kedua yang akan dilaksanakan pada akhir Maret 2009, dari 4 tahap
penyaluran pinjaman JICA untuk MRT.

Proyek MRTB Jakarta akan dibangun membentang dari Lebak Bulus di Jaksel dan
Dukuh Atas di Jakarta Pusat sepanjang 14,5 km. Empat km di antaranya (4
stasiun) di bangun di bawah tanah dan 10,5 km dibangun melayang di atas
jalan (8 stasiun).

Proyek tersebut merupakan tahap pertama dari rencananya 3 tahap pembangunan
MRT di Jakarta. Tahap 2 adalah dari Dukuh Atas ke Kota, dan tahap 3 adalah
jalur Timur-Barat.

Untuk pembangunan tahap 2 dan 3 saat ini sedang dalam pembuatan feasiblity
study. Seluruh pembangunan dan pengoperasian sistem MRT Jakarta dilakukan
oleh PTB MRT Jakarta yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta.

Penyusunan desain dasar pembangunan MRT akan dimulai April 2009 dan
ditargetkan selesai Februari 2010. Proses tender proyek ditargetkan selesai
pada akhir 2010 sedangkan proses pembangunan fisik dimulai awal 2011 dan
beroperasi pada awal 2016.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke