http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/03/25/20062838/gen.baru.penyebab.jantungan .
*Gen Baru Penyebab Jantungan* Rabu, 25 Maret 2009 | 20:06 WIB *KOMPAS.com* - Serangan jantung yang dapat mengakibatkan kematian mendadak biasanya dikaitkan dengan pola hidup yang tidak sehat, seperti sering mengonsumsi makanan tinggi lemak dan tidak banyak bergerak. Namun, sejumlah peneliti internasional baru-baru ini menemukan sembilan gen variasi baru yang dapat menyebabkan seseorang rentan terhadap kematian mendadak akibat serangan jantung. "Hampir setengahnya merupakan gen baru yang tidak akan diduga oleh siapapun akan terkait dengan biologi jantung," kata Dan Arking dari Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins kepada Reuters. Dalam jurnal "Circulation" bulan lalu, kelompok Arking melaporkan telah menemukan gen tunggal yang meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung. Penelitian baru itu mengidentifikasi gen tersebut ditambah sembilan gen baru yang memodifikasi waktu kontraksi jantung, sebuah ukuran yang dikenal dengan interval "QT". "Interval QT" mencakup waktu dari permulaan depolarisasi ventrikel sampai dengan akhir repolarisasi ventrikel. Oleh karena itu, "interval QT" meliputi seluruh peristiwa listrik yang terjadi pada ventrikel. Durasi "interval QT" sesuai dengan kecepatan denyut jantung. Semakin cepat denyut jantung, semakin cepat jantung berepolarisasi untuk mempersiapkan kontraksi berikutnya, dan akibatnya interval QT semakin pendek. Pada umumnya, "interval QT" terdiri atas hampir 40 persen dari siklus jantung normal bila diukur dari satu gelombang R ke gelombang R berikutnya. Dan Arking menyebutkan orang dengan "interval QT" yang panjang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian mendadak akibat serangan jantung. Menurut "American College of Cardiology", kematian mendadak akibat serangan jantung dialami lebih dari 400.000 orang per tahun di Amerika Serikat. "Kematian mendadak akibat serangan jantung merupakan problem nyata. Anda tidak akan mendapat kesempatan kedua," kata Arking. Hasil penelitian terhadap 15.842 orang menunjukkan bahwa jika memiliki 10 varian gen tersebut, seseorang akan memiliki peluang lebih besar untuk memiliki "interval QT" yang panjang. Serangan jantung dapat meningkatkan risiko memiliki ritme jantung yang tidak normal, tetapi orang yang mewarisi risiko genetik ini sering tidak pernah diketahui. "Masalahnya adalah orang-orang tersebut tidak memiliki faktor risiko. Mereka tidak memiliki kolesterol tinggi, dan tidak kegemukan. Dalam beberapa kasus, genetika mungkin menjadi satu-satunya harapan bagi sebagian dari orang-orang tersebut," kata Arking. Karena itu, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah mencoba mengidentifikasi seberapa besar peran setiap gen tersebut dalam meningkatkan risiko. Penemuan itu mungkin menawarkan satu langkah bagi pembuatan obat baru. Serangan jantung Serangan jantung terjadi ketika aliran darah yang melewati suatu bagian otot jantung terblokir. Bila tidak teratasi dengan cepat, bagian dari otot jantung tersebut akan rusak karena kekurangan pasokan oksigen, dan kemudian otot itu akan mati. Menurut Dr. Arief L. Hakim dalam Konsultasi Online, serangan jantung paling sering terjadi sebagai akibat langsung dari suatu keadaan yang disebut sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK), atau Coronary Artery Disease (CAD). Pada PJK terjadi penimbunan lemak yang disebut plak selama bertahun-tahun pada dinding dalam arteri koroner. Arteri koroner adalah pembuluh nadi yang memasok darah bagi otot jantung. Meskipun menempel pada dinding arteri, plak kadang dapat terkoyak atau terlepas sehingga merangsang tubuh untuk membentuk gumpalan darah atau "clot" pada tempat terlepasnya plak tadi. Clot bisa terbentuk cukup besar sehingga memblokir seluruh pasokan darah yang ditujukan "memberi makan" otot jantung. Selama terjadi serangan jantung, bila pemblokiran arteri koroner tidak tertangani dengan cepat, otot jantung akan sedikit demi sedikit mengalami kematian dan berubah menjadi jaringan parut (scar tissue). Kerusakan otot jantung ini mungkin tidak tampak jelas dari luar, atau mungkin juga menimbulkan masalah yang besar dan berkepanjangan. Semua itu tergantung pada berat-ringannya derajat kerusakan otot, serta seberapa besar daerah yang mengalami kerusakan. Tindakan cepat pada gejala dini serangan jantung dapat menyelamatkan nyawa dan memperkecil resiko kerusakan otot jantung. Penanganan dini paling efektif dilakukan dalam 1 jam sejak timbulnya gejala pertama. Tanda dan gejala serangan jantung yang paling sering terjadi adalah rasa nyeri (biasanya hebat) atau tidak nyaman pada dada-sensasi seperti ditekan, seperti diperas, seperti digigit, seperti terisi penuh, atau nyeri pada dada tengah yang lebih sering menjalar ke dada kiri, satu atau dua tangan, tubuh bagian atas, tembus hingga punggung, leher, rahang bawah, atau ulu hati. Napas terasa berat dan pendek, dapat terjadi bersamaan atau sebelum terjadinya nyeri pada dada. Tanda lain adalah mual, muntah sensasi melayang atau seperti mau pingsan, dan keluar keringat dingin. Jika mengalami gejala tersebut, segera ke rumah sakit. Bila gejala tersebut hilang dalam waktu kurang dari lima menit, tetap hubungi dokter. ABD [Non-text portions of this message have been removed]

