http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/03/25/headline/krn.20090325.160588.id.html
*Rupiah Mendekati Level 11 Ribu Per Dolar* JAKARTA-Penguatan rupiah kembali berlanjut. Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat lagi 120 poin menjadi 11.460 per dolar AS dari posisi sehari sebelumnya 11.580 per dolar. Dealer valuta asing PT Bank Saudara Tbk, Ruly Nova, mengatakan likuiditas dolar yang mulai cair di pasar global maupun domestik membuat rupiah kembali menguat. Kondisi ini didorong optimisme para pelaku pasar bahwa resesi ekonomi global akan lebih cepat berakhir dari perkiraan sebelumnya. "Ini membuat mereka cenderung melepas dolar, yang imbal hasilnya sudah mendekati 0 persen," katanya kemarin. Ruly mengatakan, rupiah dalam jangka pendek rawan koreksi setelah menguat cukup signifikan sejak pekan kemarin. "Namun, ke depan, peluang rupiah menguat mendekati di bawah 11 ribu masih terbuka," katanya. Pengamat pasar uang, Rosady T.A. Montol, juga memprediksi rupiah berpeluang menguat ke level 11 ribu per dolar. "Faktor eksternal dominan mendorong penguatan rupiah," ujarnya. Dia menjelaskan, penguatan ini bisa jadi merupakan pergeseran level keseimbangan rupiah ke level 11.500 ."Kalau semakin kuat, malah bisa di level 11 ribu." Optimisme berlanjutnya penguatan rupiah juga diungkapkan Gubernur Bank Indonesia Boediono. Dia memperkirakan, nilai tukar dolar akan terus merosot seiring adanya pasokan dolar secara besar-besaran dari Amerika Serikat. "Itu bisa membuat nilai tukar dolar terus melemah," katanya. Boediono melanjutkan, sentimen pasar secara umum bergerak cukup stabil di tingkat global sehingga mempengaruhi rupiah. Sentimen itu terbentuk dari keputusan The Fed yang menggunakan instrumen yang belum pernah dipakai sebelumnya untuk menggerakkan ekonomi. The Fed berencana membeli surat utang pemerintah Amerika Serikat senilai lebih dari US$ 1 triliun untuk membantu perekonomian Amerika yang sedang kesulitan likuiditas. Menurut Boediono, dolar bisa melemah jika melihat situasi tersebut karena pasokan dolar akan melimpah. Namun, gerojokan dolar ke pasar itu belum bisa dipastikan waktu persisnya. VIVA BK | DESY PAKPAHAN | EKO NOPIANSYAH | SETRI [Non-text portions of this message have been removed]

