Busyet! Tahun 2009 PHK akan lebih dari 3 juta buruh, terutama di manufaktur dan 
perdagangan. Data menunjukkan, sampai Mei 2009 saja untuk DKI akan lebih dari 
250.000 buruh di PHK (200.000 diantaranya adalah buruh kontrak dan harian). Di 
Bekasi sampai Maret 09 tercatat sudah PHK lebih dari 20.000, belum termasuk 
buruh kontrak dan harian. Maka berlipat juta lebih banyak rakyat yang tanpa 
pendapatan (karena sebelumnya sudah jutaan).

Pengusaha (di luar pemerintahan) terus mendesak untuk dapat bantuan lebih besar 
dari pemerintah (yang juga berisi pengusaha), sehingga dapat modal baru dan 
kalau PHK TIDAK harus menjalankan kewajiban pesangon sesuai peraturan (padahal 
semua peraturan sudah menguntungkan pengusaha dan merugikan buruh). Pengusaha 
juga sibuk mendesak pemerintah segera mengucurkan dana trilyunan untuk urus 
buruh yang sudah di PHK, biar terkesan ikut membela rakyat yang menganggur, 
padahal sebenarnya lari dari tanggung jawab.

Kaum buruh tegakkan kepala, kalianlah pemilik sejati setiap keuntungan! Coba 
hitung berapa keuntungan dari setiap kerjamu yang sudah menjadi kekayaan 
pengusaha/perusahaan, sekaligus menjadi pendapatan negara. Pasti luar biasa 
besar, karena setiap kerja buruh selalu menghasilkan barang/jasa dengan nilai 
tinggi, tapi hanya secuil yang diterima buruh sebagai upah. Setiap jam kerja 
buruh adalah sumber keuntungan bagi pengusaha dan penguasa. Apalagi kalau kerja 
buruh dalam beberapa bulan, beberapa tahun, bahkan puluhan tahun, telah besar 
luar biasa hasil kerja buruh yang tertanam di perusahaan dan di pembangunan 
negara ini.

Sekarang ketika krisis ekonomi, seenaknya saja penguasa dan pengusaha 
menjadikan alasan untuk buruh jadi penganggur tanpa pesangon. Seenaknya saja 
dengan alasan krisis, pemerintah dan partai-partai DPR lepas tangan dari 
kemiskinan dan kelaparan. Bahkan parpol-parpol itu tanpa rasa bersalah 
mengumbar janji di pemilu bahwa mereka kalau berkuasa akan segera krisis 
diselesaikan. Tidak! Rakyat tidak mau dikorbankan dan tidak bisa lagi percaya 
kepada kaum elit itu. Benar pemicu krisis ekonomi sekarang di Amerika Serikat, 
akibat salah dan serakahnya pengusaha dan penguasa AS. Tapi akibat krisis dunia 
sampai ke Indonesia, tidak lepas dari kesalahan dan keserakahan pengusaha dan 
penguasa Indonesia. Indonesia tidak mandiri, kekayaan berlimbah tapi semua 
disetor ke asing, kemiskinan rakyat, dan sebagainya hingga krisis ekonomi 
sekarang, biang keroknya adalah pengusaha dan penguasa (pemerintah bersama 
DPR/MPR).


Jadi seharusnya, dalam krisis ini bukan rakyat yang harus kehilangan pekerjaan 
dan pendapatan, tapi pengusaha dan penguasa yang harus menyingkir dan 
dipenjarakan!!

Kaum buruh tidak menyerah pasrah, karena memang rakyat yang harus urus langsung 
negara ini. Jika sekarang masih ada buruh yang takut melawan karena resiko PHK 
dll, sebenarnya sedang terjebak dalam ketidaktahuan. Ketakutan seperti ini 
selalu memberi kenikmatan dan keuntungan bagi penguasa dan pengusaha. Lihatlah 
kenyataan, PHK terjadi di mana-mana, dan lebih banyak dialami oleh buruh yang 
tidak melawan. Banyak serikat buruh yang pimpinanannya selalu bergandeng tangan 
dengan pengusaha, tapi tetap saja PHK dijalankan (maka singkirkan saja pimpinan 
serikat buruh sekutu pengusaha dan penguasa, karena akan jadi racun bagi 
perjuangan buruh).

Perjuangan buruh harus dimajukan lagi. Persatuan dan organisasi buruh itu harus 
diarahkan untuk memperbesar perlawanan rakyat untuk menghadapi politik 
pengusaha dan penguasa, dan terus diperluas (sampai kapanpun) hingga 
pemerintahan kerakyatan berhasil didirikan. Semakin kuat perjuangan buruh dan 
rakyat, bukan hanya PHK dan upah murah bisa diatasi, bahkan negara pun bisa 
diubah menjadi pembela sejati rakyat. Negara pembela rakyat seperti ini bukan 
mimpi kosong. Satu contoh hari ini adalah di Venezuela, kekuatan buruh dan 
rakyat berhasil mendirikan pemerintahan kerakyatan yang selalu membela 
kepentingan rakyat dan anti penjajahan ekonomi asing.

Inilah pentingnya Pertemuan Bersama Buruh dan Rakyat di 5 April 2009, yang 
tinggal beberapa hari lagi. Di tengah pemilu yang jadi ajang musuh rakyat untuk 
berkonsolidasi, kaum buruh dan rakyat perlu menegaskan kepentingannya sendiri. 
Pertemuan Bersama Buruh dan Rakyat 5 April ini adalah memontem penting bagi

kaum buruh dan rakyat miskin, pada hari itulah seluruh organisasi-organisasi 
kerakyatan dari berbagai sektor akan berkumpul untuk membicarakan bagaimana 
seharusnya pemerintahan yang berpihak pada rakyat miskin. Tanpa persatuan maka 
sulit untuk menang melawan para elit politik penipu rakyat. ***

SEGERA DAFTARKAN

Keterlibatan Anda dan dapatkan informasi tentang Pertemuan Bersama Buruh dan 
Rakyat 5 April 2009, pada:

Pusat informasi untuk Bekasi: 1.Kec. Cibitung: 02191336725-Rokhimi (PT Buana), 
2.Kec. Cikarang Barat: 085781584956- Ebiet (PT Indofood), 08129898687-Juma (PT 
Mayora), 081319216833-Rina (PT D&M). 3.Kec. Medan Satria: 081807007447-Saudikin 
(PT Agel Langgeng), 08159945122-Abdul (PT Mony Saga). 4.Kec. Cikarang Utara: 
0811189723-Karya (PT Nissin). 5.Kec. Rawa Lumbu: 081213204471-Pak Juri (PT 
Mikie)

Pusat Informasi untuk Jakarta: 1.Kec. Kembangan: 02199792184-Mak Arum (PRMJ), 
2.Kec. Salemba: 081553082217-Agus (SPI), 3.Kec. Grogol: 081384774003-Beny 
(PRMJ), 4.Kec. Koja-Tanah Merah: 081804095097-Dian (PRMJ).

Seruan perlawanan ini disampaikan oleh:

Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh (GSPB), Persatuan Rakyat Miskin Jakarta 
(PRMJ), Serikat Pengamen Indonesia (SPI), Persatuan Talang Salemba (PATAS), 
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi – Politik Rakyat Miskin (LMND-PRM), 
Jaringan Nasional Perempuan Mahardhika (JNPM), dan Persatuan Politik Rakyat 
Miskin (PPRM).


--

Posting oleh  APA ITU FNPBI-PRM?  ke  FNPBI-PRM  pada  4/02/2009 02:40:00 AM



PEMILU 2009 BUKAN JALAN KELUAR RAKYAT MISKIN!
PEMILU 2009 HANYA PEMILU BAGI PARTAI POLITIK KAUM MODAL/PARTAI PRO 
NEOLIBERALISME!
PEMILU 2009 AKAN MENGHASILKAN PEMERINTAHAN BARU PRO NEOLIBALISME!
AYO BERSATU, BANGUN KEKUATAN, LAWAN KAUM MODAL DAN ANTEK-ANTEKNYA!
BERSATU, GULINGKAN PEMERINTAHAN KAUM MODAL, GAGALKAN PEMILU, BENTUK 
PEMERINTAHAN RAKYAT MISKIN!



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke