http://www.thejakartapost.com/news/2009/04/07/icw-reports-alleged-graft-case-health-ministry.html
ICW reports alleged graft case at Health Ministry The Jakarta Post , Jakarta | Tue, 04/07/2009 3:14 PM | National Indonesia Corruption Watch (ICW) on Tuesday has officially lodged a report of an alleged graft case at the Health Ministry to the Corruption Eradication Commission (KPK) that may have caused the state to lose Rp 16 billion. In a press conference at KPK headquarters, Agus Sunaryanto from ICW said the case revolves around the ministry's project to provide supporting foods for babies aged between six and 24 months across the country in 2005. "The ministry has allocated Rp 85 billion to supply baby porridge for babies aged between six and 11 months and biscuits for those aged between 12 and 24 months," he told journalists. He said that the ICW had suspected a consortium including PT Gizindo Primanusantara and Indofarma had marked up the prices of the food which were more expensive than the going market price. "The companies have set up porridge prices at Rp 14,563 per kilogram, higher than Rp 12,238 per kilogram. While for the prices of biscuits, the companies have pegged the prices at Rp 23,430 per kilogram, more expensive than Rp 18,238 in the market," he said. Sunaryanto said the ICW had calculated the state losses incurred to have amounted to Rp 16 billion. "We have reported our the case to the KPK and have demanded them to investigate the case," he said. (ewd) ++++ Bayu, Penderita Hydrocephalus Butuh Bantuan Jumat, 13 Maret 2009 21:24 Fajar Rachmat Sumbawa, Sumbawanews.com.- Bayu, Bayi berumur tujuh bulan tergolek lemas diruang perawatan anak Laveneder RSUD Sumbawa. Bayi anak pasangan Yen (49) dan Siti Sia (45) warga Kelurahan Brang Bara RT01/02 Sumbawa Besar ini menderita penyakit Hydrocephalus. Kondisi Bayu ini sebenarnya sudah berlangsung selama 5 Bulan ini tanpa mendapat perawatan yang memadai. Siti Sia Ibunda Bayu menceritakan, awalnya pada saat kelahiran Bayu normal saja.Namun menginjak umur tiga Bulan, benjolan dikepalanya terus membesar. Sekitar Bulan Oktober Tahun 2008 lalu, untuk pertama kalinya Bayu dibawa ke RSU Sumbawa. Namun oleh pihak RSU Bayu dirujuk ke RSU Mataram.Demikian juga di Mataram selama dua malam, Dokter menganjurkan orang tua Bayu untuk melanjutkan pengobatan ke Denpasar Bali berhubung Bayu harus segera dioperasi oleh Dokter Spesialis Bedah Otak. Mendengar penjelasan ini Yen dan Siti Sia menyerah, Yen yang pekerjaan sehari-harinya anggota 'pasukan kuning' atau petugas kebersihan jalan ini tidak mampu untuk melanjutkan pengobatan buah hatinya tercinta dan memutuskan untuk membawa pulang kembali ke Sumbawa."Berapa sig honor saya menjadi tikang sapu jalan pak"ungkap Yen Dirumahnya, Bayu hanya diobati dengan obat tradisional dukun yang menggunakan rempah-rempah, dedaunan dan kulit kayu. Namun Kamis (12/3) lalu, Bayu kembali kejang-kejang spontan saja kedua orang tuanya membawa Bayu kembali Puskesmas seketeng yang merujuk lagi ke RSUD Sumbawa. Oleh pihak Rumah Sakit, Yen dan Siti Sia dianjurkan untuk tetap dirawat di RSU Sumbawa saja sambil menunggu ada Donatur yang mamu membantu pengobatan Bayu ke Denpasar. "Karena kalau dibawa ke Mataram juga percuma, Kami sangat berharap ada donator yang mau membantu penderitaan anak kami ini." ungkap Yen. Dicegat wartawan sesaat setelah memeriksa pasien, Dr Koeswardono.H.SpA yang menangani Bayu menjelaskan Saat ini tidak banyak yang dapat dilakukan oleh pihak Dokter Rumah Sakit. Satu-satunya jalan hanyalah segera membawa Bayu ke Denpasar untuk dioperasi."Kami hanya bisa menjaga tingkat ketahanan tubuh Bayu." ungkapnya. Dr Koeswardono menjelaskan Terjadinya hidro sephalus karena produksi cairan otak dan pengeluarannya yang tidak imbang."tidak istilah terlambat, lebih cepat lebih baik, mengingat kalau lama-lama otaknya bisa rusak mengingat otaknya berisi cairan yang harus segera dikeluarkan melalui operasi."tambahnya. Dari beberapa kasus yang terjadi di Sumbawa yang mendapat Bantuan dari Donatur seperti perusahaan besar, penanganannya berhasil bahkan sekarang pasien dari Taliwang sudah bersekolah.(Sn06) [Non-text portions of this message have been removed]

