Damin Sada: USAHAKAN BUKAN HANYA SEKOLAH DAN PENDIDIKAN GRATIS, TAPI JUGA 
MENIKAH GRATIS



DAMIN SADA, Caleg PPP No.8
DPRD Provinsi Jabar, dapil Kota dan Kabupaten Bekasi

Bekasi, dobeldobel dot com
Adalah
mantan Kepala Desa dari Kampung Gabus, yang mau lebih banyak lagi hidup
untuk mengabdi kepada rakyat demi warganya ini, telah menunggu saya di
sebuah restoran cepat saji, Dunkin Donat, di Brorobudur dekat Terminal
Kota Bekasi. Sang caleg berbadan besar ini ternyata sempat pula bermain
sinetron. karena perawakannya yang tinggi besar, maka dia kebagian
peran sebagai bos penjahat dalam sinetron berjudul "Muslimah". Dimana
dalam scene adegan dia menculik Titi Kamal sang pemeran Muslimah.
Mungkin bila tidak mengenal Damin Sada, orang bisa agak takut ketika
berhadapan dengan caleg P3 ini.

Banyak sudah kiprahnya buat
Bekasi yang menunjukkan betapa pedulinya dia kepada Bekasi tempat
kelahirannya ini. Saat insiden pembakaran dan penghancuran Patung Lele
(red.: dulu adalah sebagai icon atau simbol Kota Bekasi). Lihat berita
terkait. Dia sengaja menghancurkan patung lele itu karena tidak mau
lambang maskot kota Bekasi, ikan lele yang hidup di air keruh berlumpur
dan suka makan (maaf) tahi manusia di empang. Karena lele dumbo
bukanlah simbol yang tepat, sekalipun pemerintahan pusat pada masa
rejim Soeharto tidak bermaksud seperti itu, namun pada masa itu saat
pemerintahan daerah diminta untuk mencarikan icon khas Kota Bekasi,
maka karena pertimbangan indsutri perikana lele dumbo yang cukup
terkenal maka dialah yang dijadikan maskot. Namun kenapa simbol buah
manggis juga diambil? Inilah yang sangat ganjil; karena Bekasi bukanlah
penghasil manggis besar. Sang caleg Damin Sada ini pernah sempat disel
seminggu lamanya karena insiden yang dipimpinnya itu.
Namun
ternyata di balik kesangaran wajahnya, ternyata ia adalah orang yang
sangat enak diajak bicara. Tidak seperti kebanyakan lainnya, Damin yang
hobi membuat kreatif baliho kampanyenya sendiri ini lebih senang bicara
blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Simak saja penuturannya berikut
inisaat diwawancarai.

Sidik Rizal (SR): Sebenarnya apa sih
motivasi Abang untuk jadi caleg Provinsi? Dan kenapa bukan jadi caleg
DPRD Kota atau Kabupaten Bekasi?

Damin Sada (DS): Ini lah yang
mau saya ceritakan kepada media dan orang banyak. Kalo dulu saya sudah
berusaha mengabdikan diri menjadi Kepala Desa, maka sekarang saya coba
tingkatkan pengabdian saya untuk menjadi wakil rakyat di wilayah Jawa
Barat. Dengan potensi sumber saya alam (minyak bumi) dari Kabupaten
Bekasi, saya mau memperjuangkan agar pemerintah provinsi mau lebih
berhati-hati agar kita (red.:Kota dan Kab Bekasi) gak akan memisahkan
diri (red.: dengan pemekaran provinsi).

SR: (Saat
saya perhatikan dirinya yang besar ini, saya berani katakan bahwa Damin
Sada adalah caleg tersangar yang pernah saya wawancarai. Kalo Awing
yang dulu saya anggap caleg sangar tapi lumayan ada gantengnya, lain
dengan Damin Sada, Dia bener-bener caleg sangar... tapi kok ternyata
lembut juga neh orang -- yah gentleman deh...)
Apa komentar Abang tentang budaya orang dan masyarakat Bekasi?

DS:
memang saya mengakui... masih banyak orang Bekasi yang gak peduli
dengan daerahnya sendiri. Coba dibayangin aja, dimana kita bisa
mendapatkan seni budaya yang asli Bekasi... Kalaupun ada, cari deh apa
masih ada orang yang mau melestarikan budaya asli Bekasi. Saya bukannya
mau mengkalim bahwa hanya diri saya saja dan nggak ada orang yang lebih
peduli tentang Bekasi daripada saya. Bukan, maksud saya bukan begitu.

Saya
hanya prihatin dan ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat Bekasi
untuk sedikitnya ya peduli lah. Khususnya sekarang menjelang pesta
demokrasi. Kalo peduli ngapain harus golput... atau ngapain harus
menjual suara dengan harga murah. Maksud saya demi uang santunana suara
tergadai, atau karena recehan dan sembako, suara tergadai. Mending
pilih yang sudah jelas0jelas peduli dengan Bekasi. Apalagi memeilih
caleg yang nantinya duduk di DPRD Jawa Barat dimana sekarang ini
pemerintah Jabar masih belum bisa optimal untuk fokus perhatiannya demi
Bekasi. Iya kan?

-------------------------------------------

Tapi
justru itu adalah seuatu prestasi yang bisa dia banggakan. Memang
begitulah karakter sang caleg pemain sinetron ini kepada dobeldobel dot
com.

Bila semua caleg mengaku-ngaku peduli dengan Bekasi, apa
sebenarnya yang telah mereka lakukan demi Bekasi. Bila kita peduli,
maka kepentingan orang banyak dalam hal rakyat Bekasi pasti lebih
tinggi dari pada keluarga.

Saya mencontohkan, saat saya di
penjara, maka saya melupakan keluarga saya dulu, asal masalah maskot
Bekasi ini bisa selesai. Karena saya sudah memberikan somasi
berkali-kali tapi tidak digubris oleh pemda kota. Akhirnya pada
puncaknya saya melakukan pembakaran dan perusakan patung lele yang
tidak menyimbolkan warga serta daerah Bekasi itu.

Kita ini
sebenarnya kehilangan identitas sebagai orang Bekasi. Nah kalo kita
sudah kehilangan identitas maka apa yang bisa kita banggakan lagi
sebagai orang Bekasi? Sampe lambang daerah saja harus berbentuk ikan
lele... binatang yang rakus mau makan apasa termasuk kotoran manusia.
Demikian juga buah semanggi... emang Bekasi apanya buah semanggi?

Bila
berbicara dengan caleg ini maka waktu tidak akan terasa. Apalagi idenya
tentang perlunya setiap caleg discreening tes kesehatan dengan
memeriksakan urine. Apakah ada dari mereka yang pengguna narkoba?
Tentunya hal ini akan ditentang oleh orang-orang yang setidaknya kalo
bukan pengguna yah bandar narkoba kali....! Cuma aja kebetulan mereka
jadi caleg.

Dan ini terbukti kan dari pemberitaan televisi,
bahwa ada beberapa caleg yang tertangkap tangan mengedarkan narkoba.
Coba, kalo orang seperti ini terpilih menjadi wakil rakyat, mau jadi
bangsa apa kita ini? demikian kritiknya sedikit sinis.

Dia pun
berkeyakinan seperti itu karena dia tahu persis ada beberapa caleg yang
kemungkionan besar pengguna narkoba. Kalau memang benar demikian yang
dikatakan, sepertinya kita menjadi miris mengetahuinya. Siapa lagi yang
bisa kita percaya. Saya pun jadi setuju dengan idenya tes urine.

-------------------------------------------------
Sumber: 
http://beritacaleg.blogspot.com/2009/03/damin-sada-caleg-ppp-no8-dprd-provinsi.html


La Parole a été donnée à l’homme pour déguiser sa pensée
  http://parikesit.wordpress.com/
  
  
  


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke