Selasa, 07/04/2009 19:30 WIB Pelapor Diciduk ke Polda Jatim 5 Jam Ditanya Kronologis Dugaan Money Politics EBY Reporter : Teddy Ardianto
Surabaya - Hingga kini Naziri saksi kasus pencemaran nama baik Edhie Baskoro Yudhoyono masih menjalani pemeriksaan secara intensif di ruangan Satpidum Polda Jatim terkait dengan dugaan money politics di Dapil VII. "Saya masih di ruangan Satpidum Polda Jatim,"kata Naziri kepada beritajatim. com, Selasa (07/04/2009) malam. Dijelaskannya saat ini bersama tiga orang lainnya masih melakukan tanya jawab dengan penyidik terkait dengan kasus money politics di Dapil VII. "Saya masih di ruangan Satpidum Polda Jatim mas," kata Naziri, Selasa (07/04/2009) malam. Ditegaskannya saat ini penyidik bertanya soal kronologis kejadian terkait dengan peristiwa money politics tersebut. "Tapi belum masuk BAP kok," kata Naziri. Hingga malam ini sudah sekitar 5 jam empat orang masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim. Ke-4 orang tersebut yakni Naziri, warga jalan Batorokatong, Kelurahan Singosaren, Kecamatan Genangan; Bambang Kisminarso, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulung; Parnun dan Ny Tukijah, keduanya warga Dusun Tembol, Desa Blembem, Kecamatan Jambon. Sebelumnya, keempat orang tersebut juga telah menjalani pemeriksaan Unit Reskrim Polres Ponorogo sejak pukul 06.00 WIB. Selasa, 07/04/2009 18:37 WIB 4 Pelapor Money Politics Diciduk Polda Tim EBY: Mas Ibas Telah Lapor ke Mabes Polri Reporter : Teddy Ardianto Ponorogo - Diciduknya empat orang pelaku pelapor dan penerima money politics di Ponorogo sebenarnya telah dilaporkan Edhie Baskoro Yudhoyono ke Mabes Polri. Fox Indonesia, tim konsultan politik Edhie Baskoro Yudhoyono, yang menghubungi beritajatim. com menjelaskan, laporan pencemaran nama baik kliennya telah dilaporkan ke Mabes Polri. Laporan ke Mabes Polri dilakukan hari Senin (07/04/2009) kemarin, setelah menerima laporan di Ponorogo terkait dengan kasus tersebut. "Pemeriksaan mereka (penerima uang) karena Mas Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) telah melaporkan ke Mabes Polri kemarin," kata Rudy Kartasasmita, tim Fox Indonesia, konsultan pemenangan EBY di Dapil VII Jatim, Selasa (07/04/2009) . Menurut Rudy, laporan pencemaran nama baik itu dilakukan karena kliennya tidak melakukan money politics. "Mas Ibas itu berpolitik secara modern dan santun. Tidak Mungkin melakukan hal seperti itu (money politics)," tandas Rudy. Akibat laporan tersebut, kata Rudy, Polda Jatim langsung menindaklanjuti dengan memanggil sejumlah saksi di lapangan terkait dengan money politics itu. Ditegaskannya, mereka yang membagikan uang tersebut bukan merupakan tim pemenangan EBY di dapil VII. "Harus dipahami yang bersangkutan dan membagikan itu bukan tim Ibas. Sebab, kami punya data tim," tambahnya. Selasa, 07/04/2009 18:35 WIB Pelapor Money Politics Ditangkap Polisi Pengacara Naziri: Harus Edhie Baskoro yang Melapor Reporter : Dwi Eko Lokononto Surabaya - Kuasa hukum Naziri tidak habis pikir atas penangkapan kliennya. Apalagi kasus pencemaran nama baik ini langsng ditarik ke Polda Jatim. "Ada apa ini sebenarnya? Kami menuntut transparansi atas kasus penangkapan ini. Kasus pencemaran nama baik kok ditangani seperti kasus yang luar biasa," kata Fahmi Bahmid kepada beritajatim. com, Selasa (7/4/2009) peang tadi. Dijelaskan, kasus pencemaran nama baik adalah delik aduan absolut. Karena itu yang melapor semestinya Edhie Baskoro Yudhoyono "Kami ingin tahu siapa yang melapor? Apa benar Edhie Baskoro Yudhoyono yang melapor," katanya. Fahmi juga mempertanyakan mengapa anggota masyarakat yang menemukan sesuatu yang mencurigakan terait dengan dugaan pelanggaran Pemilu harus ditangkap. "Ini preseden buruk bagi demokrasi. Penangkapan ini mencadi ancaman bagi politisi yang ingin melaporkan adanya dugaan pelanggaran Pemilu," katanya. Yang ketiga, pihaknya juga mempertanyakan apakah pihak kepolisian telah melakukan pemanggilan yang sepatutnya pada Naziri sebelum penangkapan. "Kalau belum ada pemanggilan yang sepatutnya mengapa harus ditangkap dan ditarik ke Polda Jatim. Ters terang ini memunculkan banyak pertanyaan," kata pengacara yang kian terkenal setelah menangani kasus Pilgub jatim itu. Selasa, 07/04/2009 18:28 WIB Pelapor Money Politics Ditangkap Polda Gerindra Jatim Siapkan 9 Pengacara Reporter : Anas Pandu Gunawan Surabaya - DPD Partai Gerindra Jatim mengaku menyiapkan 9 pengacara untuk membantu proses hukum atas diperiksanya Naziri, Wakil DPC Partai Gerindra Ponorogo. Hal ini seperti yang dikatakan Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Rindoko kepada beritajatim. com, Selasa (7/4/2009). "Saya saat ini bersama 9 orang tim pengacara Mahendradata (eks Tim Pengacara Muslim-TPM) sedang melakukan koordinasi di suatu tempat di Surabaya," imbuhnya. Seperti diketahui, atas pelaporan adanya dugaan money politics yang ditemukan Naziri di Ponorogo oleh tim sukses Eddy Baskoro Yudhoyono (EBY) bersama tiga orang lainnya, kini justru malah diperiksa Polda Jatim, bukannya Panwaskab. Lebih lanjut, Rindoko juga mengaku pihaknya tengah berupaya menghubungi Polres Ponorogo agar memberitahu posisi Naziri kepada keluarganya. Selasa, 07/04/2009 18:20 WIB Pelapor Money Politics Ditangkap Polda Gerindra Jatim: Ini Sudah Masuk Ranah Politis Reporter : Anas Pandu Gunawan Surabaya - Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Rindoko menilai bahwa pencidukan Naziri, saksi kasus money politics yang dilakukan Tim Sukses EBY di Ponorogo oleh Polda Jatim sudah masuk ranah politis, bukan lagi ranah hukum. "Seharusnya prosedurnya kan panwas memeriksa laporan yang disampaikan saksi dan jika benar baru polisi bertindak karena money politics masuk ranah hukum. Ini Panwas tidak merespon, justru polda yang langsung turun tangan," terang Rindoko kepada beritajatim. com, Selasa (7/4/2009). Tindakan Polda Jatim yang langsung menciduk Naziri tanpa surat penangkapan maupun pemberitahuan kepada keluarga sangat disayangkan oleh Rindoko yang saat ini tengah melakukan konsolidasi bersama tim pengacara. Satrio Arismunandar Executive Producer News Division, Trans TV, Lantai 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4034, Fax: 79184558, 79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.com http://satrioarismunandar.multiply.com Verba volant scripta manent... (yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan abadi...) [Non-text portions of this message have been removed]

