Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "miftahalzaman" <[email protected]>

Date: Mon, 06 Apr 2009 15:32:46 
To: <[email protected]>
Subject: [Jurnal Perempuan] Re: Fwd: Iklan PKS menipu!


Ada baiknya kita membaca buku "Ideologi Politik PKS. Dari Masjid Kampus ke 
Gedung Parlemen", tulisan M. Imdadun Rahmat, Penerbit LKiS, Yogyakarta, 2008. 
Mari saya kutipkan isi buku tersebut di halaman 233-235 :

"... Di satu wajah PKS mencitrakan diri sebagai partai inklusif dan bervisi 
kebangsaan, namun di wajah yang lain tampak kuat eksklusivisme Islam 
ideologisnya. Dari kenyataan ini memunculkan dua kemungkinan menyangkut 
penerimaan PKS terhadap pluralisme, Pancasila, dan demokrasi. Praktik politik 
PKS yang mengarah ke inklusivitas ... oleh khalayak politik PKS sendiri 
dimaknai dan dimaksudkan sebagai semata-mata "siasat" atau hal ini dimaknai dan 
diniatkan sebagai sebuah pencarian titik temu yang serius.

... rekomendasi yang dihasilkan PKS pada Mukernas di Bali awal Februari 2008 
merupakan langkah maju bagi partai dakwah ini. Rekomendasi yang menyerukan 
peneguhan kembali semangat kebangsaan serta penegasan bahwa PKS tidak anti 
pluralitas mencerminkan menguatnya faksi moderat yang ingin lebih adaptif 
terhadap kondisi negara bangsa. Akan tetapi sangat disayangkan, pernyataan ini 
kemudian dibantah oleh kalangan PKS sendiri. Oleh karena itu, tidak bisa 
diingkari bahwa bagi sebagian besar kalangan PKS, pernyataan itu dimaksudkan 
dan dimaknai tidak lebih dari sekedar langkah strategis demi kepentingan 
meluaskan pendukung PKS untuk menaikkan suara pada Pemilu 2009.

Melihat PKS yang berwajah ganda maka bisa dipahami jika kekhawatiran tentang 
adanya "hidden agenda" berupa fomalisasi syari'at Islam yang ujung-ujungnya 
mengganti bentuk negara kebangsaan dan menggeser Pancasila sebagai payung 
bersama semakin meluas. ... Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kesan yang 
mengemuka terhadap PKS tetaplah citra yang eksklusif. Upaya untuk menggeser 
pencitraan PKS yang dilakukan oleh elit-elitnya kurang mampu mengurangi watak 
asal PKS yang memang berangkat dari gerakan tersembunyi yang eksklusif. ... "

Barangkali memang ada upaya untuk menggeser PKS ke tengah, entah itu memang 
niatnya demikian atau sekedar siasat - seperti disebut di atas - masih belum 
jelas benar. Namun jika kita membaca di buku yang sama, ihwal pengkaderan 
partai, eksklusivisme masih mendominasi, dan sepertinya memang demikianlah 
karakter PKS yang sebenarnya. Karena itu tampilan bahwa PKS seolah mendukung 
keragaman, memang layak menimbulkan keraguan. Berikut ini kutipan dari buku 
tersebut di halaman 173-174 :

"Pengkaderan juga belum kunjung memperkenalkan sikap-sikap moderat dalam 
memandang "the other" (yang lain), baik kebudayaan, ideologi politik, maupun 
agama lain. Materi-materi mengenai perang pemikiran (ghazwul fikri) yang 
cenderung mencurigai kaum non-muslim sebagai musuh abadi umat Islam masih 
menjadi materi utama. Inilah sebabnya, "teologi kebencian" masih mendominasi 
cara pandang kader PKS terhadap "the other". Materi tentang segregasi dunia 
menjadi dunia Jahiliah dan Islami, seperti rumusan Sayyid Quthb, juga masih 
menjadi materi pendidikan. Padahal inilah sumber dari sikap eksklusif kader 
PKS. Sebab, adanya keyakinan bahwa masyarakat dan negara yang belum menerapkan 
syari'at Islam adalah jahiliah dan harus diberantas, hal itu menyebabkan kader 
PKS menjadi mudah menyalahkan kelompok muslim lain dan tidak jarang 
mengkafirkan mereka.

... pengkaderan PKS menerapkan sikap dan batasan yang keras dan ketat terhadap 
apa yang dianggap syirik, bid'ah, dan inkhiraf (melenceng dari Islam). Hal ini 
tentu saja berakibat pada kuatnya penolakan pada kader PKS terhadap hal-hal 
yang sering diamalkan oleh muslim tradisionalis ...

Dari sini dapat dimengerti jika orang luar menduga bahwa PKS menerapkan 
strategi ganda dalam melancarkan dakwah keagamaan maupun politiknya ..."

MZ


--- In [email protected], Gadis Arivia <g.ga...@...> wrote:
>
> Ini dari hasil milis mahasiswa filsafat UI.
> 
> Salam,
> gadis arivia.
> 
> ---------- Forwarded message ----------
> From: Adhi Putra Tawakal <adhiputr...@...>
> Date: 2009/4/5
> Subject: Re: Iklan PKS menipu!
> To: [email protected], [email protected]
> 
> 
>   Wow...
> 
> I'm so happy to hear someone else besides me is speaking up against PKS's
> pretentious campaign. Thanks banget, Andri, semoga ini emang opini lo
> sejujurnya.
> 
> Apakah PKS memang bersih dari korupsi? Mungkin. Tapi apakah mereka peduli
> dengan penyelenggaraan polis yang multikultural dan demokratis dalam arti
> yang sesungguhnya? Sangat questionable.
> 
> Waktu gue lihat iklan PKS di TV sebagaimana lo bicarakan, rasanya gue pengen
> lempar remote control gue ke layar TV. Sungguh menjijikkan melihat bagaimana
> mereka actually bersedia berbohong sejauh itu demi menang di Pemilu.
> 
> Sebaiknya jangan termakan deh. Saat mereka menang, semuanya akan terlambat
> untuk menyelamatkan demokrasi dan politik yang terbuka terhadap possibility.
> 
> PKS punya versi kebenaran dan kebaikannya sendiri. Lantas mengapa mereka
> tidak ungkapkan itu secara terang-terangan? Karena versi mereka tidak
> reasonable dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara publik kepada
> identitas-identitas yang berbeda.
> 
> When it comes to this kind of reasonability, I agree with John Rawls.
> 





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke