http://www.antara.co.id/arc/2009/4/7/wisatawan-mancanegara-tertarik-melihat-pemilu-di-bali/

07/04/09 21:42

*Wisatawan Mancanegara Tertarik Melihat Pemilu di Bali*


*Denpasar (ANTARA News)* - Wisatawan dari sejumlah negara, tertarik ingin
melihat langsung pelaksanaan pesta demokrasi, Pemilu 9 April 2009 di Bali,
bahkan sebagian sudah datang dan menginap di berbagai hotel di Pulau Dewata.

"Kami mendapat konfirmasi adanya sejumlah paket wisata dari Eropa, maupun
negara lainnya, yang ingin melihat langsung bagaimana pemilu di Bali. Mereka
bahkan sudah mulai berkeliling, selain mengunjungi obyek wisata juga ingin
melihat persiapan tempat pemungutan suara," kata pramuwisata senior, Amos
Lillo (56) di Denpasar, Selasa.

Penasehat DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, yang sempat belajar
di Spanyol itu mengaku bersyukur, karena pesta demokrasi di Pulau Dewata
ternyata juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

"Teman-teman pramuwisata banyak yang menangani paket tour asal berbagai
negara bertepatan pelaksanaan pemilu Kamis mendatang. Karena itu kita patut
mendukung dengan turut menciptakan suasana yang kondusif dan berbudaya,"
kata Amos yang juga Humas Forum Pariwisata Nusa Tenggara Timur (FP NTT) di
Bali.

Karena itu ia berharap berbagai upaya yang dilakukan untuk kepentingan
mencapai tujuan politik, tidak sampai mengganggu dunia pariwisata dan budaya
Indonesia, khususnya Bali.

"Lakukan praktik politik yang elegan, sesuai budaya kita yang dikenal
adiluhung. Di masa tenang menjelang pemilu ini, hindari praktik-praktik
politik yang bisa merusak budaya yang merupakan salah satu sendi
kepariwisataan nusantara," katanya.

Amos yang juga Ketua Forum Pariwisata Kediri, Jawa Timur di Bali,
mengingatkan bahwa kepariwisataan Indonesia, khususnya Bali, telah menjadi
salah satu pilar ekonomi serta andalan dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, khususnya di Pulau Dewata.

"Karena itu kita tentu akan sangat menyayangkan apabila sampai terjadi
praktik politik yang tidak berbudaya. Kalau budaya sebagai salah satu sendi
kepariwisataan dirusak, tentu akan berpengaruh pada dunia pelancongan di
masa menatang," ucapnya.

Ia juga berharap masyarakat cerdas dalam memilih partai politik maupun calon
anggota legislatif, agar wakil rakyat yang terpilih untuk lima tahun ke
depan, mampu berkiprah sesuai harapan masyarakat luas.

"Kehadiran `pelancong demokrasi` harus kita sambut dengan melakukan pilihan
secara cerdas. Ciptakan suasana aman dan pilih wakil rakyat yang mampu
mempertahankan keragaman budaya nusantara, sehingga akan tetap bisa menjadi
salah satu pendukung dunia kepariwisataan," katanya.

Keragaman budaya sebagai salah satu kearifan lokal, merupakan kekayaan yang
mampu menjadi daya magnet dalam mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan
dunia ke Indonesia.

"Karena itu sudah selayaknya kita semua turut melestarikan keragaman budaya
itu, selain melalui upaya pemilihan wakil rakyat yang memiliki kepedulian
terhadap pelestarian dan pengembangan budaya maupun pariwisata," ucap Amos
yang menyebut dirinya sebagai praktisi pariwisata dan pemerhati budaya
nusantara.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke