http://www.sinarharapan.co.id/berita/0904/08/nus03.html
Kerupuk Berbahaya Beredar di Jateng Semarang - Kerupuk merupakan makanan gurih khas rakyat, tapi ternyata ada yang mengandung zat berbahaya. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menyita 16 produk kerupuk yang mengandung rhodamin B. Kerupuk itu berupa kerupuk bawang, jipang, rengginang, kerupuk usus, dan kerupuk kolang-kaling, kerupuk kuping gajah, wajik bandung, kerupuk semprong warna-warni, kerupuk mi jengki kuning, kerupuk teri garis merah, dan kerupuk singkong garis merah hijau. Kepala BPOM Semarang, Maringan Silitonga di Semarang, Selasa (7/4), menjelaskan kerupuk berbahaya itu hasil temuan di beberapa pasar tradisional dalam operasi hingga akhir Maret. Kerupuk itu dijual di Pasar Weleri, Kendal, Pasar Temanggung, Pasar di Batang, Karanganyar (Demak) dan Tuntang (Kabupaten Semarang). Hasil pemeriksaan uji laboratorium BPOM Semarang menunjukkan bahwa kerupuk yang berhasil diamankan hampir semuanya mengandung rhodamin B. Zat itu terkandung pada zat pewarna makanan tersebut yang ternyata berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya. Akibat memakan zat berbahaya itu bisa menyebabkan gangguan pada jaringan hati, kandung kemih, saluran pencernaan, dan jaringan kulit. Selain itu, beberapa produk kerupuk olahan industri rumah tangga tersebut juga mengandung zat auramin dan methanyl yellow yang juga bisa berakibat pada gangguan jaringan ginjal, hati, iritasi pernapasan, penglihatan, dan saluran pencernaan. "Kami meminta masyarakat tidak mengonsumsi kerupuk yang berwarna merah dan kuning mencolok karena dapat diindikasikan mengandung rhodamin B, methanyl yellow ataupun auramin," jelasnya.Selain kerupuk, BPOM juga mengamankan 24 produk makanan dari industri rumah tangga yang juga mengandung rhodamin, boraks, dan formalin dari operasi pasar di sejumlah kota/kabupaten se-Jateng. "Kami telah memberi surat teguran kepada sejumlah produsen dan meminta mereka segera menarik kerupuk maupun produk makanan berbahaya tersebut dari pasaran," kata Maringan. (su herdjoko) [Non-text portions of this message have been removed]

