http://www.beritajatim.com/?url=http://www.beritajatim.com/index.php/tahun/2009/bulan/04/tgl/10/idnews/ada1538d267b5b0b9d68a3222c8c8bb5&newsid=65541
Jumat, 10/04/2009 21:16 WIB Rakyat Sudah Tak Sambung dengan Golkar Reporter : A Wirawan Jember - Perolehan suara Partai Golkar jeblok. Semboyan nyaman a beli ka lambe' (enaknya kembali ke yang lama) yang lama terdengar di Jember misalnya, terutama di kalangan masyarakat Madura, sudah tak sakti. Semboyan 'kembali ke lama' adalah semboyan romantisme yang mengingatkan rakyat kepada masa Orde Baru. Kala itu, kondisi perekonomian diklaim Golkar lebih stabil dan menyejahterakan. "Masyarakat ini sudah tidak begitu sambung dengan Golkar. Sosialisasi kepada rakyat kurang. Golkar tidak menyentuh masyarakat," kata Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Keanggotaan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Timur, Machmud Sardjujono, Jumat malam (10/4/2009). Golkar gagal membangun pencitraan. Jusuf Kalla terlalu santun untuk mengklaim hasil-hasil pembangunan. Permainan klaim akhirnya dilakukan oleh Partai Demokrat, seakan-akan pemerintahan selama lima tahun adalah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono semata. Bukan pemerintahan SBY - JK. "Kita semestinya agak lebih awal. Sebelum pemilu, Demokrat sudah mengampanyekan program pembangunan pemerintah menyentuh rakyat. Kita tidak mengklaim program pembangunan, seolah-olah Golkar selama lima tahun ini tak ikut pemerintahan," kata Sardjujono.[wir] [Non-text portions of this message have been removed]

