http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=6956
2009-04-14 Mega Kumpulkan Tokoh Parpol PDI-P Terbelah SP/Luther Ulag Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Sultan Hamengku Buwono X disambut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo dan Ketua Deperpu PDI-P Taufiq Kiemas di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Selasa (14/4). Pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan 10 tokoh nasional digelar untuk membahas masalah daftar pemilih tetap (DPT). [JAKARTA] Kalangan internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) terbelah sikapnya menyangkut siapa figur yang akan mendampingi Megawati Soekarnoputri dalam Pilpres 8 Juli nanti. Satu pihak mendukung Sri Sultan Hamengku Buwono X dan di pihak lain menginginkan Prabowo Subianto menjadi cawapres pendamping Megawati. "Ini memang agak dilematis," ujar sumber SP di PDI-P, Selasa (14/4). Secara terpisah, Ketua DPP PDI-P Maruarar Sirait mengaku aspirasi kalangan muda yang berhasil diserapnya menunjukkan adanya keinginan menyandingkan Megawati dengan Prabowo Subianto. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu dinilai memiliki agenda kerakyatan dan kemandirian ekonomi yang sama dengan agenda PDI-P. "Kita butuh figur yang bisa melengkapi Ibu Megawati. Kita butuh fighter untuk menghadapi SBY. Siapa pun yang jadi cawapres kita akan loyal," tegasnya. Sementara itu, Selasa pagi, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu empat mata sekitar 1,5 jam. Pertemuan itu dilakukan sebelum Megawati membuat kesepakatan dengan 23 parpol tentang sikap terhadap pelaksanaan pemilu legislatif. Seusai pertemuan, Mega dan Sultan keluar bersama-sama dari ruang tamu rumah Mega. Turut mendampingi keduanya, suami Megawati, Taufiq Kiemas, Ketua DPP PDI-P Tjahjo Kumolo, dan anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Depperpu) DPP PDI-P, Sabam Sirait. "Kita membicarakan soal situasi di negeri ini. Kami kira itu sangat penting," kata Mega. Saat ditanya apakah pertemuan itu untuk memastikan keduanya akan berduet sebagai capres-cawapres, Mega mengatakan ada langkah dan tahapan untuk membicarakan soal itu. "Itu kan ada tahapannya. Itu nanti. Coba saya tanya, kalau Anda punya pacar, apa mau kasih tahu ke orang lain?" kata Mega menjawab wartawan. Sedangkan Sultan mengatakan kesediaannya menjadi cawapres Mega harus menunggu perkembangan politik. "Kita lihat saja perkembangan. Hal ini kan ada keputusan partai," katanya. Saat ditanya apakah kedatangannya diketahui oleh Golkar, Sultan mengatakan dia tak tahu soal itu dan ia juga tidak menggunakan atribut Partai Golkar. Bertemu Tokoh Parpol Pada Selasa siang, sejumlah tokoh nasional dan pengurus 23 partai politik melakukan pertemuan di rumah Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Para tokoh yang hadir dalam pertemuan itu, antara lain Abdurrahman Wahid, Prabowo Subianto, Wiranto, Rizal Ramli, MS Kaban, Yusril Ihza Mahendra, dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pertemuan itu menghasilkan tiga kesepakatan. Pertama, terkait hilangnya hak konstitusi warga negara karena tak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Dari hasil evaluasi diketahui sekitar 45 persen calon pemilih tidak masuk DPT. Angka ini tercatat paling tinggi dalam sejarah demokrasi di Indonesia. Kedua, peserta pertemuan meminta pemerintah, aparat penegak hukum, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di semua tingkatan untuk netral dalam pemilu. Ketiga, berkaitan dengan telah ditemukannya banyak bukti dugaan kecurangan pemilu, para tokoh akan menempuh langkah hukum. Kalau penegakan hukum tidak dilakukan bisa mencederai demokrasi yang sedang dibangun. Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung menyatakan pertemuan tersebut belum membahas koalisi capres-cawapres. "PDI-P tetap menginginkan pemilu presiden dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai kalender pemerintahan karena siklus lima tahunan harus tetap terjadi, mengingat hal ini menyangkut kredibilitas bangsa," katanya. Sedangkan Yusril Ihza Mahendra mengatakan Partai Bulan Bintang terbuka berkoalisi dengan partai mana pun, selama agenda koalisi jelas dan bisa disepakati. [J-11/A-16] Last modified: 14/4/09 [Non-text portions of this message have been removed]

