Refleksi : Pranomo katakan : " kami akan evaluasi semua, karena terjadi banyak 
kecurangan.... 45% masyarakat kehilangan hak pilihnya".  . Apakah  45% itu 
Golput?

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0904/14/sh01.html

10 Tokoh Bertemu di Rumah Mega

Oleh
Wishnugroho Akbar/
Ninuk Cucu Suwanti



Jakarta - Sepuluh tokoh politik nasional berkumpul di rumah Ketua Umum Partai 
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku 
Umar Jakarta, Selasa (14/4) siang. 

Pertemuan para tokoh itu membicarakan evaluasi penyelenggaraan pemilihan umum 
legislatif dan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menyikapinya. 
Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung kepada SH di Jakarta, Selasa, 
menyatakan, pertemuan itu akan membahas kecurangan yang berlangsung saat 
pelaksanaan pemilu. "Kami akan evaluasi semua, karena terjadi banyak 
kecurangan, seperti aparat yang tidak netral, persoalan DPT, dan yang membuat 
hampir 45 persen masyarakat kehilangan hak pilihnya," kata Pramono.

Sepuluh tokoh yang dijadwalkan hadir, antara lain Megawati Soekarnoputri, KH 
Abdurahman Wahid (Gus Dur), Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Dewan 
Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, calon presiden Blok Perubahan Rizal 
Ramli, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, dan beberapa ketua umum 
partai politik (parpol) lain, seperti MS Kaban (Ketua Umum PBB), Yusril Ihza 
Mahendra, AM Hendropriyono dan lainnya.

Sistematis
Menurutnya, kecurangan yang berlangsung selama pelaksanaan pemilihan umum telah 
berlangsung sistematis dan dilakukan dalam upaya memenangkan parpol tertentu. 
Mengenai kemungkinan tuntutan terhadap pemerintah atau KPU, maupun tuntutan 
untuk mengadakan pemilihan umum ulang, katanya, bergantung pada hasil 
pembicaraan sejumlah tokoh tersebut.  "Nanti kita lihat saja, sikap selanjutnya 
akan dibicarakan," ujar Pramono. Yang jelas, kata Pramono, PDIP tidak ingin 
mengganggu agenda politik lima tahunan yang telah ditentukan.Selain 
membicarakan evaluasi pemilu legislatif, para tokoh ini juga akan membicarakan 
persiapan pemilu presiden. Namun, pertemuan tidak akan membicarakan mengenai 
koalisi partai.  "Belum sampai ke sana dulu," paparnya.


Semenara itu, Yusril Ihza mahendra ketika diminta komentarnya mengatakan 
pendapat senada. Pertemuan untuk bahas proses pelaksanaan pemilu yang kisruh. 
Masalah koalisi belum ditentukan, tetapi PBB tetap jalin komunikasi politik 
dengan PDIP maupun Partai Demokrat. Sebelumnya, Pramono menerangkan, hasil 
final antara Megawati, Bursah Zarnubi, dan Rizal Ramli akan diputuskan dalam 
pertemuan selanjutnya, Selasa. "Apa yang menjadi persoalan seputar karut-marut 
pemilu akan terjawab esok (hari ini, 14/4-red)," katanya. 


Saat ditanya mengenai kemungkinan menolak hasil pemilu legislatif, Pramono 
mengaku belum mempertimbangkan hal itu. Yang terpenting, kata Pramono, 
pemerintah dan KPU harus bisa belajar dari penyelenggaraan pemilu legislatif 
kali ini agar bisa menyelenggarakan pemilu yang lebih baik. Ke depannya, 
Pramono juga meminta pemerintah dan KPU memberikan kemudahan bagi rakyat agar 
bisa mendapatkan hak pilihnya. "Bisa saja masyarakat menggunakan Kartu Tanda 
Penduduk (KTP) sebagai syarat ikut mencentang. Yang terpenting, KPU dan 
pemerintah tidak lagi mengabaikan hak pilih warga negara," kata Pramon


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke