http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/04/14/4206.html

Selasa, 14 April 2009, 18:30:22 WIB

Sri Mulyani: Pemerintah Tetap Pertahankan Program Pro Rakyat

*Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, didampingi Meneg PPN/Kepala Bappenas, 
memberi keterangan kepada wartawan, di Kantor Kepresidenan, hari Selasa (14/4) 
sore. (foto: rusman/presidensby.info)

Jakarta: Pemerintah akan tetap meneruskan program subsidi dan kebijakan yang 
sangat penting, terutama untuk melindungi masyarakat miskin seperti PNPM 
(Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), Jamkesmas (Jaminan Kesehatan 
Masyarakat), dan meningkatkan kapasitas UKM (Usaha Kecil Menengah) dan KUR 
(Kredit Usaha Rakyat).

Demikian dikatakan Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, dalam keterangan 
persnya usai mengikuti rapat paripurna kabinet di kantor kepresidenan hari 
Selasa ( 14/4) sore. "Selain itu, kebijakan menjaga anggaran pendidikan minimal 
20 persen seperti yang diamanatkan konstitusi akan tetap dilaksanakan, demikian 
juga berbagai tunjangan yang diterima para guru dan dosen yang selama ini sudah 
dinaikkan, termasuk berdasarkan UU Pendidikan, peraturan pemerintah tentang 
gaji guru dan mereka yang bersertifikat, akan diteruskan," kata Sri Mulyani, 
didampingi Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah 
Suzetta.

”Kami memperkirakan di dalam RKP atau Rencana Kerja Pemerintah tahun 2010 dalam 
rangka mencapai pemulihan ekonomi dan memelihara kesejahteraan supaya tidak 
mengalami penurunan atau bahkan harus menjadi lebih baik, maka pemerintah akan 
mendesain APBN dengan defisit sekitar 1,3 persen dari PDB. Defisit 1,3 persen 
ini tentu merupakan kombinasi dari penerimaan negara tahun 2010, yang mungkin 
akan mulai pulih kembali . Kita perkirakan pertumbuhan bisa dikembalikan pada 
level 5 persen, dan adanya kebijakan penurunan tarif PPH Badan Usaha/Perusahaan 
dari 28 persen sekarang ini, pada tahun depan turun lagi menjadi 25 persen 
sesuai dengan UU PPH sehingga badan usaha atau perusahaan akan menikmati 
penurunan tarif pajak penghasilannya sebanyak 3 persen,” ujar Sri Mulyani.

"Dengan mempertimbangkan perekonomian Indonesia tahun 2009 dan tahun 2010 masih 
akan dipengaruhi oleh kondisi global, maka Presiden SBY menyampaikan bahwa 
untuk RKP tahun 2009 -2010 tema yang diangkat adalah, bagaimana pemerintah 
memulihkan perekonomian nasional sekaligus memelihara kesejahteraan masyarakat. 
Karena dengan dua tema ini terkandung sesuatu yang sangat penting, bagaimana 
upaya-upaya pemerintah baik dari sisi formulasi kebijakan maupun nanti kepada 
alokasi anggaran yang bisa sedapat mungkin dan secepat mungkin memulikan 
perekonomian kita yang pertumbuhannya diperkirakan tahun ini akan berkisar 4 
hingga 4,5 persen," jelasnya.

”Selama tiga tahun terakhir ini, kita bisa mencapai pertumbuhan di atas 6 
persen, maka kita ingin sesegera mungkin untuk kembali pada tingkat pertumbuhan 
yang cukup tinggi, untuk bisa mengurangi angka kemiskinan dan juga 
pengangguran. Dan di sisi lain tetap mengalokasikan dan melalui program-program 
untuk memelihara kesejahteraan masyarakat. Dengan arahan tersebut untuk RKP 
2010 pemerintah harus melakukan proyeksi terhadap kondisi perekonomian 2009 dan 
kemungkinan realisasi APBN 2009," kata Sri Mulyani. (win)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke