http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/04/15/4207.html

Rabu, 15 April 2009, 12:03:24 WIB

Rapat Bahas Permasalahan Pemilu 2009

*Presiden SBY hari Rabu (15/4) siang memimpin rapat terbatas kabinet membahas 
pelaksanaan Pemilu 2009 di Kantor Presiden. (foto: abror/presidensby.info)

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf 
Kalla, Rabu (15/4) siang, di Kantor Kepresidenan, memimpin ratas atau rapat 
terbatas bersama menteri bidang keamanan dan hukum. Hadir pula 8 perwakilan 
gubernur. Dalam rapat yang membahas soal pelaksanaan Pemilu 2009 ini, Presiden 
meminta gambaran dan permasalahan yang terjadi di lapangan, dan mengapa 
permasalahan itu terjadi.

Kata Presiden, sesuai kewenangan gubernur, langkah apa yang telah diambil, dan 
apa rekomendasinya agar penyelenggaraan pemilu ke depan lebih baik lagi. "Dalam 
situasi seperti ini, kita harus menjadi bagian dari solusi, dan bukan bagian 
dari permasalahan, agar rakyat kita mendapat manfaat yang sebesar-besarnya," 
kata SBY.

Menurut SBY, pemungutan suara dan sebelumnya kampanye terbuka di seluruh 
Indonesia, pada prinsipnya berjalan aman, tertib dan lancar. "Satu hal tidak 
bisa dipungkiri, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para 
gubernur. Saudara-saudara turun terjun langsung ke lapangan dalam batas 
kewenangan pemerintah sesuai UU dan PP, dan tidak mengintervensi kewenangan 
KPUD. Akibat pengelolaan sesuai kewenangan sesuai aturan maka semua berjalan 
dengan baik. Ada sejumlah permasalahan kita, sama-sama tahu terutama yang 
mengemuka soal DPT. Permasalahan ini mesti dicarikan solusi yang tepat. Kalau 
tidak, akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik untuk keberlanjutan dari pemilu 
tahun 2009 ini," lanjut Presiden.

"Untuk itu saya mengharapakan masukan dan rekomendasi apa yang mesti kita 
lakukan kedepan ini, untuk mencarikan solusi terutama untuk membantu KPU dan 
KPUD untuk melanjutkan proses pemilu sehingga mencapai hasil yang sebaik 
baiknya. Menurut UU, KPU adalah penyelenggara pemilu yang bersifat nasional, 
tepat dan mandiri. Tapi bagaimanapun ada kewajiban moral, ada kewajiban kita 
membantu dalam koridor yang diatur UU," kata SBY

Tampak hadir antara lain, Menko Pollhukam Widodo, AS, Plt Menko Perekonomian 
Sri Mulyani, Mendagri Mardiyanto, Panglima TNI Djoko Santoso, Kapolri Bambang 
Hendarso Danuri, Ka BIN syamsir Siregar, Jaksa Agung Hendarman Supandji 
Menkumham Andi Mattalatta, Perwakilan Gubernur se Indonesia yaitu NAD, Jawa 
Tengah, Papua, Bali, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi 
Selatan. (win)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke