http://www.tni-au.mil.id/content.asp?ContentId=5775

*Panglima TNI : “Tantangan Tugas Kedepan semakin Kompleks dan Tidak Ringan”*

Pentak Lanud Slm, 4/16/2009

*Tampak dalam gambar Komandan Komando Pemeliharaan Material TNI AU Marsekal
Muda TNI Sunaryo HW., yang disdampingi Kaomandan Upacara Letnan Kolonel Lek
Handoko IH., saat memeriksa pasukan Upacara di Appron, Lanud Sulaiman,
Bandung . Rabu (15/04).

Perlu kita sadari bersama bahwa tantangan tugas TNI Angkatan Udara khususnya
dan TNI umumnya kedepan, akan semakin kompleks dan tidak ringan. Terkait
langsung dengan perkembangan lingkungan strategis yang semakin cepat dan
dinamis. Demikian juga tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
terutama yang berkaitan dengan teknologi Alutsista Udara akan semakin maju
dan terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan* Panglima TNI Jenderal TNI Joko Santoso* dalam
sambutannya tertulisnya yang dibacakan *Komandan Komando Pemeliharaan
Material TNI AU Marsekal Muda TNI Sunaryo HW*, pada ucara peringatan Hari
Ulang Tahun ke 62 TNI Angkatan Udara Badan Koordinasi sewilayah Bandung, di
E wilayah

Dimensi kedirgantaraan yang menjadi “labensraum” atau “ruang hidup dan
perjuangan” TNI Angkatan Udara, berkembang dengan spectrum yang berkembang
semakin cepat, luas dan signifikan. Wilayah udara bukan lagi “lahan kosong”
yang tidak bermakna, melainkan menjadi bagian wilayah yang sangat menentukan
bagi kedaulatan Negara, kepentingan nasional dan kelangsungan hidup suatu
bangsa, termasuk Negara Keatuan Republik Indonesia.

Oleh sebab itu, semangat juang dan nilai-nilai patriotisme para pelopor dan
pendahulu TNI Angkatan Udara, harus terus kita kobarkan dalam dada setiap
generasi penerus TNI Angkatan Udara. Dalam setiap pelaksanaan tugas imbangi
dengan penguasaan taktik, teknik, dan keterampilan, serta profesionalitas
yang tinggi, melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang
memadai.

TNI Angkatan Udara harus terus tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika
pembangunan lingkungan strategis. Kekuatan Angkatan Udara merupakan salah
satu instrumen “bargaining power” yang penting untuk mengatasi
persoalan-persoalan kebangsaan, terutama dalam kaitannya dengan hubungan
antara negara.

Kita sadari bersama bahwa untuk membangun kekuatan Angkatan Udara yang
modern, kuat dan disegani, diperlukan dukungan kemampuan anggaran Negara
yang cukup besar. minimum essential force, merupakan kebijakan tepat untuk
menjawab kondisi kemampuan anggaran saat ini. Kita berharap,  malalui
Renstra 5 Tahunan,   TNI AU mampu mewujudkan kekuatan tersebut secara
bertahap.

Kehadiran berbagai pesawat tempur generasi ke IV dan V di jajaran TNI AU,
merupakan upaya nyata secara bertahap menuju, minimum essential force dalam
rangka menjaga, melindungi, dan menegakkan kedaulatan wilayah dirganta
nasional, dari segala bentuk ancaman dan kerawanan.

Untuk itu, pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara, hendaknya diarahkan untuk
mewujudkan kesiapan operasional yang serasi antara kemampuan inti, kemampuan
pengganda dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penggunaan
kekuatan.

Peran aktif Kotama Operasional dan Kotama Pembinaan jajaran TNI AU dan
Kohanudnas, sangat diperlukan dal;am rangka mewujudkan kesiapan operasional
dimaksud. Begitu juga, upaya pembinaan keselamatan terbang dan keselamatan
kerja melalui program “Road To Zero Accident”, hendaknya dilaksanakan secara
disiplin dan konsisten.

Menyikapi atas tragedi jatuhnya Pesawat Fokker F-27/A-2703, pada tanggal 6
April 2009 yang lalu, Panglima TNI menyamapaikan, dengan rasa prihatin,
sedih, haru dan belasungkawa yang mendalam, marilah kita bersama-sama
“mengheningkan cipta” seraya berdoa, semoga arwah para almarhum, serta amal
saleh dan pengabdiannya selama ini, diterima oleh Allah SWT serta diampuni
segala kesalahannya. Kepada keluarga yang ditinggalkan kiranya Allah SWT
melimpahkan kekuatan iman, ketabahan, dan keikhlasan.

Kita sungguh merasa kehilangan sekaligus sedih atas kepergian para prajurit
TNI AU yang telah gugur dalam peristiwa tersebut. Kepedihan keluarga mereka
adalah kepedihan kita semua serta kepedihan bangsa dan negara. Oleh sebab
itu, marilah kita iringi “kepergian” mereka menghadap Illahi Rabbi dengan
ikhlas, tawakal dan penuh doa. Marilah kita petik hikmah dan pelajaran yang
berharga dari peristiwa tersebut. Panglima berharap kiranya tragedi jatuhnya
Pesawat pada tanggal 6 April 2009 yang lalu menjadi “catatan” musibah yang
terakhir bagi kita semua.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke