http://www.antara.co.id/arc/2009/4/16/presiden-minta-rakyat-tak-mudah-terprovokasi/

16/04/09 20:43

*Presiden Minta Rakyat Tak Mudah Terprovokasi*


*Jakarta (ANTARA News)* - *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* meminta
masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai provokasi dan ragam
hasutan terkait dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009.

Permintaan Presiden Yudhoyono itu disampaikan dalam pidato yang direkam di
Istana Negara, Jakarta, Kamis, untuk disiarkan di media elektronik maupun
media cetak di seluruh Indonesia.

Pidato Presiden itu khusus disampaikan menyikapi suhu politik pasca-Pemilu
Legislatif 2009 yang cenderung memanas.

"Seminggu terakhir ini suhu politik di negeri kita terutama di Jakarta,
terasa memanas. Saya mencatat berbagai komentar dan statement yang terkadang
amat keras menyangkut pelaksanaan Pemungutan Suara minggu lalu yang
diselenggarakan oleh KPU. Rakyat juga melihat berbagai aksi dan manuver
politik yang terjadi pada hari-hari sekarang ini," tutur Presiden.

Sebagai Kepala Negara, Presiden berpendapat beberapa komentar dan aksi
politik itu secara substansial dapat menimbulkan persepsi yang keliru dan
sikap saling curiga.

"Saya pandang perlu untuk menyampaikan pidato ini yang saya tujukan kepada
seluruh rakyat Indonesia. Saya ingin saudara-saudara sungguh mengerti duduk
persoalan yang sesungguhnya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai
provokasi dan ragam hasutan," kata Presiden.

Presiden dalam pidatonya mengajak masyarakat memahami kerumitan pelaksanaan
Pemilu 2009 dan beban yang diemban oleh KPU.

"Kita barangkali tidak menyadari bahwa Pemilu 2009 ini adalah Pemilu yang
kompleks dan rumit. Kompleksitas ini ditinjau dari sistem yang kita anut, UU
yang berlaku, dan penyelenggaraan Pemilu itu sendiri," ujarnya.

Dibanding Pemilu 1999 dan 2004, Presiden mengatakan, Pemilu 2009 adalah
pemilu yang paling rumit dari segi aturan dan pelaksanaan.

Pemilu 1999 diikuti oleh 48 Partai Politik tanpa dicantumkannya nama-nama
Calon Anggota Legislatif, sehingga praktis rakyat hanya memilih partai
politik.

Pemilu tahun 2004 hanya diikuti oleh 24 Partai Politik ditambah dengan
nama-nama Calon Anggota Legislatif tidak disertai dengan suara terbanyak dan
untuk pertama kali Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan secara
langsung.

Sedangkan Pemilu 2009 diikuti oleh 44 Partai Politik ditambah dengan
diberlakukannya suara terbanyak untuk Calon Anggota DPR dan DPRD, dan juga
diberlakukannya `Parliamentary Treshold`.

"Sudah pasti dari sisi penghitungan suara dan penetapan hasil Pemilu akan
memerlukan waktu yang lebih lama dan memiliki kerumitan tersendiri. Sudah
pasti pula beban tugas dan tantangan yang dihadapi KPU akan makin berat,"
ujar Presiden.

Presiden dalam pidatonya juga menyampaikan keprihatinannya atas permasalahan
Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak akurat.

Masalah DPT itu, menurut dia, semakin penting karena pelaksanaan Pemilu
Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan pada Juli 2009.

Presiden dalam pidatonya kembali menegaskan bahwa masalah DPT adalah
sepenuhnya kewenangan dan tanggung jawab KPU.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke