http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/16/13560613/2100.bumi.akan.panas.sekali
*
2100 Bumi Akan Panas Sekali*

Kamis, 16 April 2009 | 13:56 WIB

*COLORADO, KOMPAS.com* — Ancaman pemanasan global masih dapat dihilangkan
dalam jumlah sangat besar jika semua negara memangkas buangan gas rumah
kaca, yang memerangkap panas, sampai 70 persen pada abad ini, demikian hasil
satu analisis baru.

Meskipun temperatur global akan naik, sebagian aspek perubahan iklim yang
paling berpotensi menimbulkan bahaya terhadap, termasuk kehilangan besar es
laut Kutub Utara dan tanah beku serta kenaikan mencolok permukaan air laut,
dapat dihindari.

Studi tersebut, yang dipimpin oleh beberapa ilmuwan dari National Center for
Atmospheric Research (NCAR), direncanakan disiarkan pekan depan di dalam
Geophysical Research Letters. Penelitian itu didanai oleh Department of
Energy dan National Science Foundation, penaja NCAR.

"Penelitian ini menunjukkan kita tidak lagi dapat menghindari pemanasan
mencolok selama abad ini," kata ilmuwan NCAR Warren Washington, pemimpin
peneliti tersebut.

Temperatur rata-rata global telah bertambah hangat mendekati 1 derajat
celsius (hampir 1,8 derajat fahrenheit) sejak era pra-industri. Kebanyakan
pemanasan disebabkan oleh buangan gas rumah kaca yang dihasilkan manusia,
terutama karbon dioksida.

Gas yang memerangkap panas itu telah naik dari tingkat era pra-industri
sekitar 284 bagian per juta (ppm) di atmosfer jadi lebih dari 380 ppm hari
ini.

Sementara penelitian tersebut memperlihatkan bahwa pemanasan tambahan
sebesar 1 derajat celsius (1,8 derajat fahrenheit) mungkin menjadi permulaan
bagi perubahan iklim yang berbahaya, Uni Eropa telah menyerukan pengurangan
dramatis buangan gas karbon dioksida dan gas rumah kaca. Kongres AS juga
sedang membahas masalah itu.

Guna mengkaji dampak pengurangan semacam itu terhadap iklim di dunia,
Washington dan rekannya melakukan kajian superkomputer global dengan
menggunakan Community Climate System Model, yang berpusat di NCAR.

Mereka berasumsi, tingkat karbon dioksida dapat dipertahankan pada angka 450
ppm pada penghujung abad ini. Jumlah tersebut berasal dari US Climate Change
Science Program, yang telah menetapkan 450 ppm sebagai sasaran yang bisa
dicapai jika dunia secara cepat menyesuaikan tindakan pelestarian dan
teknologi hijau baru guna mengurangi buangan gas secara dramatis.

Sebaliknya, buangan gas sekarang berada di jalur menuju tingkat 750 ppm
paling lambat pada 2100 jika tak dikendalikan.

Hasil tim tersebut memperlihatkan kalau karbon dioksida ditahan pada tingkat
450 ppm, temperatur global akan naik sebesar 0,6 derajat celsius (sekitar 1
derajat fahrenheit) di atas catatan saat ini sampai akhir abad ini.

Sebaliknya, studi itu memperlihatkan, temperatur akan naik hampir sebesar
empat kali jumlah tersebut, jadi 2,2 derajat celsius (4 derajat fahrenheit)
di atas catatan saat ini, kalau buangan gas dibiarkan terus berlanjut di
jalurnya saat ini.

Menahan tingkat karbon dioksida pada angka 450 ppm akan memiliki dampak
lain, demikian perkiraan studi contoh iklim itu.

Kenaikan permukaan air laut akibat peningkatan panas karena temperatur air
menghangat akan menjadi 14 sentimeter (sekitar 5,5 inci) dan bukan 22
sentimeter (8,7 inci). Kenaikan mencolok permukaan air laut diperkirakan
akan terjadi karena pencairan lapisan es dan gletser.

Volume es Kutub Utara pada musim panas menyusut sebanyak seperempat dan
diperkirakan akan stabil paling lambat pada 2100. Suatu penelitian telah
menyatakan, es musim panas akan hilang sama sekali pada abad ini jika
buangan gas tetap pada tingkat saat ini.

Pemanasan Kutub Utara akan berkurang separuhnya sehingga membantu
melestarikan populasi ikan dan burung laut serta hewan mamalia laut di
wilayah seperti di bagian utara Laut Bering.

Perubahan salju regional secara mencolok, termasuk penurunan salju di US
Southwest dan peningkatan di US Norhteast serta Kanada, akan berkurang
sampai separuh kalau buangan gas dapat dipertahankan pada tingkat 450 ppm.

Sistem cuaca itu akan stabil sampai sekitar 2100, dan bukan terus
menghangat. Tim penelitian tersebut menggunakan simulasi superkomputer guna
membandingkan skenario peristiwa biasa melalui pengurangan dramatis buangan
karbon dioksida yang dimulai dalam waktu sekitar satu dasawarsa.

Penulis kajian tersebut menegaskan, mereka tidak mengkaji bagaimana
pengurangan seperti itu dapat dicapai atau menyarankan kebijakan tertentu.

"Tujuan kami ialah menyediakan bagi pembuat kebijakan penelitian yang sesuai
sehingga mereka dapat membuat keputusan setelah mendapat keterangan," kata
Washington.

"Studi ini menyediakan suatu harapan bahwa kita dapat menghindari dampak
terburuk perubahan iklim, jika masyarakat dapat mengurangi buangan dalam
jumlah besar selama beberapa dasawarsa mendatang dan melanjutkan pengurangan
utama sepanjang abad ini."

BNJ
Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [email protected]
5. No-email/web only: [email protected]
6. kembali menerima email: [email protected]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke