http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/04/07/19225412/awas.makanan.mengandung.bahan.berbahaya.masih.beredar
*Awas Makanan Mengandung Bahan Berbahaya Masih Beredar! * Selasa, 7 April 2009 | 19:22 WIB Laporan wartawan KOMPAS Harry Susilo *SEMARANG, KOMPAS.com* *Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan* di Semarang menemukan 40 makanan olahan hasil industri rumah tangga yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti boraks, rhodamin B, auramin, dan metanyl yellow. Untuk itu, masyarakat diimbau berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi makanan olahan. "Makanan olahan tersebut terdiri dari 24 makanan olahan, seperti terasi, abon, lamting, dan 16 kerupuk yang berasal dari industri rumah tangga di Jawa Tengah," ujar Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang Maringan Silitonga, di Kota Semarang, Selasa (7/4). Menurut Maringan, temuan tersebut didasarkan hasil uji laboratorium oleh petugas yang dikuatkan oleh pernyataan para perajin. Makanan olahan itu dinyatakan positif mengandung rhodamin B, auramin, dan metanyl yellow yang biasanya digunakan untuk pewarna tekstil serta boraks yang biasa digunakan untuk obat. Apabila dikonsumsi, bahan kimia seperti rhodamin B dapat menyebabkan gangguan pada jaringan hati, kandung kemih, saluran pencernaan, dan kulit. Auramin dapat menyebabkan gangguan jaringan ginjal, hati, dan saluran pencernaan. Metanyl yellow menyebabkan kanker saluran kemih, iritasi saluran pernafasan, dan gangguan penglihatan. Adapun boraks membuat iritasi kulit, mata, dan kerusakan ginjal. "Pewarna tersebut biasanya menimbulkan warna yang mencolok pada makanan, seperti kerupuk yang berwarna merah dan kuning terang," tutur Maringan. Maringan mengakui telah menyita pewarna yang digunakan oleh para pelaku usaha dan mencoba menarik makanan tersebut dari peredaran. Namun, masyarakat tetap harus waspada karena sebagian makanan tersebut telah beredar, katanya. Kepala Dinas Kesehatan Jateng Hartanto mengatakan, pewarna tekstil yang digunakan untuk makanan tersebut sebaiknya diawasi agar tidak dijual dalam kemasan kecil sehingga mudah diakses oleh masyarakat. Padahal, zat yang dikandungnya sangat berbahaya untuk dikonsumsi, katanya. Hartanto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet, pewarna, dan pengenyal tanpa ada kejelasan produknya. "Lebih aman untuk mengonsumsi makanan yang segar saja," katanya. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [email protected] 5. No-email/web only: [email protected] 6. kembali menerima email: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

