http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/04/18/14121426/pertamina.investasikan.dana.21.trilyun
*Pertamina Investasikan Dana 21 Trilyun * Sabtu, 18 April 2009 | 14:12 WIB *SURABAYA, KOMPAS.com* - Laba *PT Pertamina (Persero) pada 2009* diprediksi turun atau akan tercapai sekitar Rp 13 triliun dibandingkan keuntungan tahun lalu. "Tahun lalu kami bisa memperoleh laba sebesar Rp 30 triliun," kata Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Anang Rizkani Noor pada seminar Change Management di Surabaya, Sabtu (18/4). Namun, menurut dia, Pertamina tetap akan berinvestasi. Tahun ini investasi yang dianggarkannya sebesar Rp 21 triliun. "Komposisi investasi tersebut sebesar Rp 11 triliun kami anggarkan di sektor hulu untuk eksplorasi dan akuisisi. Sedangkan sebesar Rp 10 triliun untuk investasi di sektor pengolahan dan hilir," katanya. Ia mengatakan investasi Pertamina salah satunya berupa proyek LNG Donggi Sendoro di Pulau Sulawesi senilai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang akan selesai pada 2012. Proyek itu berkapasitas produksi dua ton cubic feet (TCF). "Selain itu, kami juga akan mendatangkan sekitar delapan kapal tanker untuk distribusi minyak ke seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, dari 155 kapal yang digunakan, baru 35 kapal yang merupakan milik Pertamina, sedangkan sisanya sewa," katanya. Sementara itu, dalam upaya melakukan perubahan menuju perusahaan berkelas dunia, salah satu tantangan yang dihadapi Pertamina adalah menjaga independensi sebagai persero dari pengaruh pemerintah. "Contohnya, dalam menentukan harga elpiji yang tidak disubsidi. Harga di pasaran untuk isi 12 kilogram sebesar Rp 73.000,00 per unit. Padahal, harga keekonomiannya di atas Rp 100.000,00 per unit," katanya. Ia mengatakan ketika akan menaikkan harga Rp 500 per kilogram guna mengejar harga keekonomian, pemerintah langsung menolak keras. Akibatnya, Pertamina mengalami kerugian sebesar Rp 3,4 triliun. "Namun, di sisi lain kami bisa menghemat hingga Rp 7,25 triliun dari konversi minyak tanah ke gas," katanya. BNJ Sumber : Antara [Non-text portions of this message have been removed]

