http://www.republika.co.id/berita/38971/Menristek_Pertahankan_Hak_Kepemilikin_Tumbuhan_Berkhasiat


*Menristek: Pertahankan Hak Kepemilikin Tumbuhan Berkhasiat*

*BANDUNG* -- Indonesia harus mampu mempertahankan hak kepemilikan semua
tumbuhan-tumbuhan berkhasiat, khususnya Temulawak dan menjadikannya sumber
keuntungan bagi masyarakat Indonesia.*Menteri Negara Riset dan Teknologi,
Kusmayanto Kadiman*, mengatakan itu saat menghadiri acara Dies Natalis
Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat.

Dikatakan Temulawak, Kencur, Jahe merupakan komoditi yang besar bila
dikembangkan dalam dunia farmasi dengan menggunakan riset dan
teknologi."Jika kita bisa mengolah temulawak menjadi shampoo, obat, pasta
gigi, dll, maka itu bisa menjadi pendapatan yang sangat besar bagi ekonomi
di Indonesia, Ucap Kusmayanto.

Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan manfaat herbal karena
merupakan pusat "bio diversity." Namun, sekarang Indonesia dihadapkan pada
permasalahan hak kepemilikan Temulawak. India telah mengklaim bahwa
temulawak merupakan tumbuhan asli mereka.

Untuk melawan klaim India tersebut, Menristek mengajak bidang Antropolgi
untuk membuktikan hak kepemilikan tersebut melalui artefak Indonesia.Selain
itu, bidang biologi juga harus mampu mendukung temulawak sebagai hak milik
Indonesia."Jangan sampai kekayaan kita menjadi milik orang" katanya.

Jika temulawak menjadi hak milik Indonesia, maka Indonesia akan mendapatkan
keuntungan besar selain rasa kebanggaan."Sekarang kita sedang dalam tren
herbal dan natural. Indonesia mempunyai potensi besar dalam bidang herbal,"
ucap Kusmayanto. ant/kpo


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke