http://www.dw-world.de/dw/article/0,,4187275,00.html

*Hubungan AS dan Kuba*

*Presiden AS Barack Obama* menyatakan keinginannya untuk membangun kembali
hubungan Amerika dan Kuba yang telah membeku selama lebih dari 50 tahun.


Larangan perjalanan bagi warga Amerika keturuan Kuba yang ingin berkunjung
ke kampung halamannya telah dicabut. Presiden AS Barack Obama juga memberi
kelonggaran bagi warga Amerika keturuan Kuba yang ingin mentransfer uang dan
mengirim paket hadiah ke kampung halamannya. Ini merupakan salah satu upaya
Obama membuka kembali pintu hubungan Amerika dengan Kuba.

Sebagai bagian dari perubahan kebijakan pemerintah Obama terhadap Kuba,
perusahaan telepon Amerika sekarang dapat mengikuti tender untuk mendapat
konsesi membuka jalur komunikasi ke Kuba.

Juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs mengatakan bahwa Presiden Obama
mengharapkan  kebebasan bagi rakyat Kuba.

"Semua  yang mencakup nilai nilai dasar demokrasi berharap Kuba dapat
menghargai hak asasi manusia, politik dan ekonomi bagi semua warganya.
Presiden Obama percaya, langkah yang diambilnya hari ini,  akan mewujudkan
sasaran menjadi kenyataan", demikian Gibbs.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton di Haiti
mengatakan bahwa Amerika siap berdiskusi dengan Kuba untuk mengambil langkah
langkah yang bisa diambil. Amerika ingin agar Kuba dapat membuka diri,
melepaskan tahanan politik dan  terbuka terhadap opini dan media
internasional.

Para pengamat menduga, pernyataan Obama mengindikasikan harapannya
menyangkut hubungan timbal balik dengan Kuba, nampaknya akan sulit diraih.

Dari pertemuan para pemimpin berhalauan kiri di Venezuela, *Presiden Kuba,
Raul Castro* mengisyaratkan  bahwa Kuba bersedia untuk berdialog dengan
Washington dalam posisi setara. Castro mengatakan, ia telah mengirim pesan
kepada pemerintah AS bahwa Kuba siap untuk merundingkan tentang segala hal
termasuk hak asasi manusia, kemerdekaan pers dan tahanan politik.

Ini merupakan pernyataan yang paling jelas dan damai yang digunakan baik
oleh Raul Castro dan kakaknya, Fidel Castro sejak pemerintahan Amerika
dibawah Presiden Dwight D Eisenhower saat  pada awal 1961  memutuskan
hubungan dengan Kuba.

Saat ini Kuba memenjarakan sekitar 200 tahanan politik yang didituduh
sebagai mata mata Amerika Serikat. (MH/rtr/ap)

Editor: Agus Setiawan


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke