bagus deh dah TOBAT, yg laen mana? kburu didatengin malaikat MAUT lho
ga sempet lg, nyesel lho hehe..
Pengikut Ahmadiyah Tasikmalaya Ucapkan Syahadat
Hidayatullah.com--Sebanyak 35 warga desa itu berikrar untuk memeluk Islam,
satu-satunya agama yang diridai Allah SWT. Warga Ahmadiyah mengucapkan,
''Asyhadu anllaa ilaha illallah Wa Asyhadu anna Muhaammadarrasullullaah,''
di Masjid Al-Barokah, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten
Tasikmalaya, Jumat (17/4), sekitar pukul 09.30 WIB, kemarin.
Disaksikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Selawu, Nana Rohana,
ke-35 warga desa itu secara ikhlas
meninggalkan keyakinan lama mereka. Selama bertahun-tahun mereka
menjadi pengikut aliran Ahmadiyah --sebuah keyakinan yang telah
dinyatakan ulama di berbagai negara di dunia sebagai paham keagamaan
yang sesat dan menyesatkan.
Seusai
bersyahadat, dari wajah ke-35 warga desa yang terdiri atas 15 pria dan
20 wanita itu mengembang senyum penuh kebahagiaan. Dengan penuh
kehangatan, mereka disambut warga dan jamaah masjid. Mereka pun
bersalaman dan berpelukan erat. Semua umat Muslim yang ada di sekitar
masjid menyambut kembalinya saudara-saudara mereka pada keyakinan Islam
yang sebenarnya.
''Saya
memang menganut ajaran ini sejak kecil, tapi saya tidak mengerti banyak
tentang ajaran ini,'' kata Eti Sukmawati (41 tahun), warga Kampung
Citeguh, Desa Tenjowaringin, Salawu, seperti dikutip Republika.
Selama
menjadi pengikut Ahmadiyah, Eti mengaku hatinya selalu dibayangi
kebimbangan. Dalam hati kecilnya terselip sebuah ketidakpercayaan
tentang sosok-sosok yang dijadikan panutan oleh jamaah Ahmadiyah. Sejak
remaja, menurut Eti, dirinya tak bisa menerima sosok Mirza Ghulam Ahmad
--figur yang diyakini pengikut Ahmadiyah sebagai nabi.
''Buat
saya sosok itu tak lebih dari sebuah dongeng yang sering diceritakan
orang tua sejak kecil,'' ujar Eti menegaskan. Perlahan namun pasti, Eti
pun mulai meninggalkan ajaran yang diragukannya itu setelah
dipersunting Sughandi (45 tahun) pada 1990. Meski belum secara resmi
menyatakan keluar dari Ahmadiyah, ia mengaku mulai mengurangi dan
meninggalkan ajaran itu.
''Hingga
saat ini, sudah ada 33 KK yang telah berikrar kembali kepada agama
Islam,'' ujar Wakil Ketua GP Anshor Kabupaten Tasikmalaya, Dudu
Rachman. Dudu berharap, jumlah warga yang kembali kepada ajaran Islam
bisa terus bertambah.
Kecamatan
Salawu yang berjarak 40 kilometer dari Kota Tasikmalaya, merupakan
basis penganut Ahmadiyah di kabupaten itu. Di kecamatan yang
berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut di sebelah barat itu,
terdapat Desa Tenjowaringin yang sejak masa kolonial Belanda dikenal
sebagai pusat pertumbuhan dan perkembangan ajaran Ahmadiyah.
[roil/www.hidayatullah.com]
[Non-text portions of this message have been removed]