PEREMPUAN Empunya mahluk hidup yang luar biasa hebat Tulisan ini dibuat untuk menghormati kaum perempuan di Indonesia khususnya. Perempuan adalah mahluk luar biasa yang sering disepelekan oleh kaum pria karena sifat lemah lembutnya. Tetapi sebenarnya dibalik kelemah-lembutannya itu terletaklah ketegaran dan kekuatan yang luar biasa, yang tak dimiliki oleh mahluk pria dan itu yang sebenarnya paling ditakuti oleh kaum pria. Tuhan menciptakannya untuk menyeimbangkan keselarasan kehidupan mahlukNYA di muka bumi ini, tetapi manusia memiliki watak ingin lebih unggul dari yang lain, demikian pula pria merasa dan selalu merasa lebih unggul dari perempuan. Benarkah begitu? Tidak. Perempuan Perempuan dengan segala kelemahannya tersembunyi kekuatan yang luar biasa, yang tak dimiliki oleh kaum pria dan kekuatan itulah yang menyebabkan kaum pria sebenarnya merasa ketakutan. Takut akan kehilangan superiotitasnya atas mahluk perempuan yang dianggapnya lemah. Pria menggunakan akalnya mengeluarkan berbagai aturan, bahkan melalui aturan adat maupun agama. Kita lihat saja budaya yang ada di berbagai pelosok bumi nusantara ini, bahwa wanita itu adalah ”konco wingking” (Jawa: temen belakang) yang bermakna bahwa perempuan hanyalah kawan di rumah untuk memasak, membersihkan rumah, mengurus anak-anak dan melayani syahwat pria. Contoh lain dibidang agama, perempuan jika menjalankan boa bersama (pria dan perempuan) maka diposisikan di bagian belakang. Kedua hal itu hanya sebagian kecil contoh yang ada dihadapan kita sehari-hari dan nampak wajar saja. Apakah benar begini? Perempuan tak perlu bersekolah tinggi karena akhirnya hanya untuk memasak saja. Tidak, hal ini tidak benar dan hal inilah yang dahulu diperjuangkan oleh RA Kartini, persamaan hak antara pria dan wanita. 100 tahun telah berlalu sejak perjuangan RA Kartini tetapi persamaan gender belumlah diperoleh sepenuhnya. Tetapi dalam tulisan saya ini bukan hendak mengulas hal tersebut tetapi hal lain mengenai perempuan. Mengapa Perempuan Perempuan bukanlah wanita karena perempuan memiliki artikulasi yang lebih luhur dari ”wanita”, perempauan menunjukkan keistimewaan dan kekuatan tersembunyi yang dimiliki oleh perempuan itu sendiri. Kekuatan luar biasa yang diberikan oleh Tuhan sang pencipta, kekuatan yang tak dimiliki oleh kaum pria, yang sebenarnya diberikan oleh Tuhan untuk melindungi kaum pria dari kerusakan. Seperti kata ”perguruan” dan ”guru”, dimana guru berarti orang yang harus digugu (dipercaya) dan ditiru segala kata dan perbuatannya. Sedangkan perguruan adalah dimana tempat mengondok orang-orang pandai yang diharapkan akan dapat digugu dan ditiru. Perempuan berasal dari kata dasar ”Empu” dan diberikan awalan ”Per” dan akhiran ”An” sebagai penekanan kata dasar tersebut. Mengapa disebutkan ”Empu”? Seperti kita ketahui bahwa kata ”Empu” memiliki arti seseorang yang mempunyai kemampuan (”Mampu”) yang lebih dari mahluk yang lain, dalam hal ini memiliki kelebihan dari kaum pria. Sedangkan ”Per-Empu-An” bermakna wadahnya (wadak/wadak = badan) kaum empu untuk memberikan makna kepada mahluk lainnya. Sangat jelas disini bahwa sebenarnya perempuan memiliki kelebihan untuk memberikan perlindungan, contoh dan penyeimbang mahluk lainnya, baik anak-anak maupun pria dewasa. Dimana kelebihannya Tak dapat dipungkiri bahwa perempuan memiliki banyak kelebihan sebagai mahluk luar biasa. Mari kita lihat sejak mahluk yang satu ini kecil menuju dewasa yang ditandai dengan mendapatkan menstruasinya, inilah keluar-biasaannya yang pertama dan utama sebagai perempuan. Dengan terjadinya menstruasi ini dia memberitahukan pada dunia bahwa dia telah siap menjadi ”perempuan” dan bukan lagi wanita yang dianggap lemah, karena dia telah menunjukkan ke”Empu”annya sebagai mahluk yang telah matang dan siap untuk menciptakan mahluk lainnya yang akan disimpannya didalam rahimnya selama sembilan bulan. Dalam masa itu (menstruasi) dia sebenarnya mengalami kesakitan yang luar biasa karena secara phisik ada hal yang harus dilepaskan dari bagian tubuhnya dan itu pasti sakit,.Apakah dia mengeluh? Tidak tetapi bangga ”inilah aku, perempuan”, tetapi selalu menganggap hal yang lumrah saja. Ini keistimewaannya yang pertama. Yang kedua adalah kemampuannya untuk mengandung. Dia berikan sebagian besar energi dan makanan yang ada didalam tubuhnya (yang sebenarnya dia juga butuhkan). Dia relakan itu semua dengan tulus dan kemampuan atas kerelaan yang tulus ini hanya dimiliki oleh para empu (baca: perempuan), bahkan pada masa itupun dia berusaha untuk tetap sehat tanpa obat-obatan yang akan memberikan efek negatif kepada mahluk baru itu. Sembilan bulan dia lakukan ini hingga saat dimana mahluk baru harus keluar ke dunia nyata yang fana ini. Luar biasa. Ketiga, pada saat melahirkan. Inilah masa terindah tetapi sekaligus masa terberat bagi kaum perempuan, banyak hal yang dia pertaruhkan hingga pada pertaruhan nyawanya. Mahluk baru yang selama sembilan bulan telah menjadi bagian yang menyatu dalam badannya, bahkan jiwanya, harus dia lepaskan. Proses pelepasan inilah yang menyebabkan rasa sakit yang tak terhingga yang hanya diberikan pada kaum perempuan (tetapi alhamdullillah penulis juga merasakan nikmat ini). Rasa sakit ini karena adanya bagian tubuh yang harus lepas (putus) dan perenggangan menuju persiapan kelahiran itu, tetapi rasa sakit yang luar biasa ini justru sangat dinantikan oleh kaum perempuan dengan rasa bahagia dan bangga. Dia tau akan sakit tapi dia menantinya. Luar biasa. Keempat dan seterusnya, naluri adalah milik setiap mahluk hidup tetapi naluri kaum perempuan lebih dari kaum pria. Mengapa? Karena dia harus menjaga semua mahluk yang oleh Tuhan dipercayakan padanya, pria (baca: suami) dan anak-anaknya, dia jaga itu semua menggunakan nalurinya bukan akalnya, oleh karena itu seringkali perempuan menjadi mahluk yang aneh dilihat secara akal sehat. Dengan nalurinya pula dia jalani hidup ini sedangkan akalnya hanya dipergunakan untuk hal-hal ringan lainnya. Hal sebaliknya yang dilakukan oleh kaum pria. Perempuan sebagai PSK Secara jujur tiada ada perempuan yang mau menjadikan dirinya sebagai PSK tetapi dengan penggunaan akalnya yang lebih sedikit daripada nalurinya maka dia lacurkan diri hanya demi, sekali lagi demi, kelangsungan hidup keluarganya (anak dan/atau adiknya) karena dia tidak lagi memiliki ketrampilan hidup. Sekali lagi dia korbankan dirinya, yang sebenarnya bathinnya menangis dan menjerit, bukan nikmat. Dalam keputus-asaannya itulah dia lakukan apapun hanya demi perlindungan pada mahluk lainnya, tetapi keadaan yang sangat menghimpitnya, dia lakukan penjualan anaknya juga (children trafficking). Alasannya sangat sederhana, dia ingin selamatkan anaknya dari hidup yang miskin tetapi (sekali lagi dengan akalnya yang pendek) dia tak memikirkan bagaimana kehidupan anaknya setelah itu. Mereka harus dilindungi dan dijaga, baik oleh kaum pria maupun oleh perempuan-perempuan lain yang mempunyai kemampuan akal lebih. Mereka tidak ahrus dicemooh dan disingkirkan, mari rangkul mereka, sejahterkan mereka dengan memberikan pada mereka pegangan hidup (ilmu, akhlak dan iman) sehingga mampu kembali kepada kodratnya sebagai ”perempuan” yang sebenarnya Harkat sebagai perempuan Perempuan seharusnya ditempatkan diposisi terdepan bukan dibelakang seperti dikatakan pepatah jawa ”Ing ngarso sung tulodo” (Didepan memberikan keteladanan) dan kaum pria berjalanlah dibelakangnya sehingga mampu memberikan perlindungan yang diperlukan (protecting by wacthing). Inilah keselarasan yang diharapkan oleh Tuhan, lihatlah bagaimana cara binatang jantan memberikan perlindungan pada kelompoknya, yang sebenarnya cara ini lebih baik. Manusia sering kali tak mau mengikuti kodrat alaminya dengan alasan dia mahluk yang berakal tetapi dengan akal ini pulalah manusia pria seringkali mengakali manusia perempuan. Merendahkan posisi dan martabatnya dengan menempatkannya di bagian belakang. Mengapa harus begitu? Sebenarnya sederhana saja jawabannya, karena pria takut tertinggal oleh kaum perempuan. Dia takut dijajah oleh perempuan karena dia telah menyatakan dirinya sebagai mahluk kuat yang memimpin. Pria kembangkan paradigma bahwa perempuan adalah mahluk lemah, mahluk yang tak baik dijalanan, lebih baik di rumah saja, bahwa perempuan harus menutup rapat auratnya, bahwa perempuan tak perlu kerja, belajar dan bahwa bahwa lainnya, yang pada intinya adalah usah kaum pria untuk memenjarakan kaum perempuan dan mengamankan perempuannya dari pria lainnya. Bukan alasan etikat atau tata krama atau agama tetapi lebih pada perlindungan dirinya karena lemahnya naluri maka dipergunakannya akalnya untuk menjaga semua kepentingannya sendiri. Paradigma ini adalah pandangan yang salah besar karena keduanya diciptakan sama dan sejajar, untuk saling mengisi, seharusnya keduanya bejalan sejajar, perempaun dengan nalurinya menjaga pria dan pria dengan akalnya menjaga perempuan, begitulah sebenarnya kehendak Tuhan. Sanggupkan kaum pria menjaga dan mengangkat harkat kaum perempuan? Sanggupkah kaum perempuan memperjuangkan hak dan harkatnya sehingga sejajar dengan kaum pria? Bangunlah kaum perempuan Indonesia, sejajarkan dirimu bukan untuk menjajah kaum lainnya tetapi untuk kesamaan gender. Bahu membahulah memperjuangkan hal ini. Jangan trakut dan ragu. Sudah ada Kapolda perempuan, penerbang pesawat komersial perempuan, pilot helikopter, petugas pemadam kebakaran, pendaki gunung, ilmuwan, jenderal bahkan presiden dan berbagai bidang lainnya yang dikuasai perempuan. Majulah Perempuan Indonesia Oleh: Kanadianto Majulah perempuan Indonesia, Berjayalah di negeri nusantara, Sadarlah engkau sebenarnya sangat bermakan, Tanpamu bangsa ini tiada berarti apapun, Jangan takut untuk dipimpin oleh perempuan, Karena sebenarnya perempuan diberikan kelebihan yang banyak oleh Tuhan. Tanpamu dunia ini takkan ramai, Tanpamu dunia ini takkan nikmat, Kau relakan dirimu untuk kehidupan masa depan, Kau korbankan dirimu untuk kesenangan dunia, Jangan kau lakukan semua itu lagi, Jangan kau mau dilaknat, Hanya karena kau perempuan, Hanya karena bukan pria. Perempuan sumber kehidup, Karena dari rahimmu kaumku ada, Dari cintamu kaumku ada, Tapi karena cintamupun kaumku lenyap. Perempuan karena ke-empu-anmu apapun terjadi, Kau mampu laknatkan kaumku, Dengan nalurimu kau hancurkan pria, Tetapi............... Kaupun mampu muliakan kaumku, Dengan nalurimupun kau anggunkan dia. Kanadianto--- Jakarta, 17 April 2009 Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/ http://sastrapembebasan.wordpress.com/ [Non-text portions of this message have been removed]

