http://www.presidensby.info/ibunegara/index.php/fokus/2009/04/21/490.html

Selasa, 21 April 2009

*Ibu Negara:
Garuda Tak Bisa Terbang Tinggi Tanpa Sayap Perempuan
*
*Ibu Negara Ani Yudhoyono menyampaikan sambutan usai menyerahkan Kartini
Awards 2009 di Balai Kartini, Jakarta, Senin (21/4) malam. (foto: cahyo/
presidensby.info)

*Jakarta*: Kaum perempuan merupakan salah satu kekuatan bagi kemajuan
bangsa. "Negara dan bangsa ini bagai burung Garuda. Burung Garuda tidak bisa
terbang tinggi hanya dengan sebelah sayap. Demikian pula negara dan bangsa
ini yang tidak mungkin maju bila hanya sayap kaum lelaki yang diberdayakan
dan mengabaikan sayap perempuan," ujar* Ibu Negara Ani Bambang
Yudhoyono*dalam sambutannya saat menyerahkan Kartini Awards 2009
kepada 100 Wanita
Terinspiratif, Senin (21/4) malam, di Nusa Indah Teater, Balai Kartini,
Jakarta.

Saat ini, kurang lebih 51 persen jumlah penduduk Indonesia adalah perempuan.
"Semua itu akan jadi kekuatan yang dahsyat bila bergerak maju, seiring
sejalan, kerja bahu-membahu dengan kaum laki-laki," kata Ibu Ani. Kaum
perempuan, lanjut Ibu Ani, biasanya memiliki sifat yang lebih tekum, ulet
dan telaten, serta memiliki sifat naluriah yang khas, terutama dalam hal
memelihara dan menyayangi. "Semua itu, bila dipadukan, dapat mempercepat
kesejahteraan masyarakat," Ibu Ani menambahkan.

Perempuan, menurut statistik, adalah kelompok mayoritas baik secara global
maupun nasional. Berdasarkan pada prinsip demografi tersebut, menurut Ibu
Ani, kaum perempuan seharusnya mempunyai posisi dan otoritas dalam
pengambilan keputusan. "Namun di banyak negara, termasuk Indonesia,
kewenangan perempuan untuk mengambil keputusan terhitung kecil atau bisa
dikatakan belum proporsional," ujarnya.

Hal tersebut harus dijadikan bahan renungan. "Renungkan kembali posisi dan
peranan kaum perempuan pada umumnya dan jadikan titik tolak guna menyamakan
arah dan satukan langkah untuk berjalan lebih mantap, penuh semangat,
menyongsong hari esok yang lebih cemerlang," kata Ibu Negara. (mit)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke