http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/04/22/4231.html

Rabu, 22 April 2009, 12:20:54 WIB

*Pemerintah Sangat Peduli dan Mendorong Ekonomi Kreatif*

*Presiden SBY, Ibu Ani, dan Anissa Pohan, mengunjungi salah satu stand
produk lokal pada pameran Inacraft 2009, di JCC, Selasa (22/4) pagi. (foto:
edityawarman/presidensby.info)

*Jakarta*: Pemerintah sangat peduli dan memberikan dorongan bagi
pengembangan ekonomi kreatif atau industri kreatif dan industri kerajinan
atau handicraft. Hal tersebut disampaikan *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
* ketika membuka Jakarta International Handicraft Trade Fair ke-11, Pameran
Inacraft 2009, di Jakarta Convention Center, Selasa (22/4) pagi.

Pemerintah sangat peduli karena kontribusi industri kreatif terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia makin lama makin signifikan. Kontribusi
industri kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi 6,3 persen, 30 persen
diantaranya berasal dari kerajinan.

Jumlah industri kreatif sekitar 2,2 juta dan industri kerajinan (handicraft)
sekitar 700 ribu unit. Tenaga kerja pada industri kreatif sekitar 5,4 juta
orang, sedangkan industri kerajinan menyerap 1,8 juta tenaga kerja. "Tentu
saja statistik itu amat penting untuk memastikan bahwa dengan berkembangnya
industri kreatif dan kerajinan bukan hanya ekonomi kita makin tumbuh, tetapi
lapangan kerja makin tercipta. Dengan demikian kemiskinan akan terus dapat
ktia turunkan, pembangunan akan lebih adil dan merata di seluruh wilayah
Indonesia," Presiden SBY menjelaskan.

Pemerintah memahami, diantara banyak faktor yang diperlukan oleh industri
kreatif dan kerajinan, misalnya faktor sumber daya manusia, manajemen dan
teknologi, ada faktor yang sangat penting, yaitu faktor permodalan dan
pemasaran. "Kami mendengar, suara para perajin, para pengusaha di seluruh
wilayah tanah air, bahwa yang sangat mereka perlukan sebagai bantuan dari
pemerintah dan dunia usaha yang lebih tinggi tingkatannya adalah satu
bantuan permodalan, yang kedua bantuan pemasaran dan penjualan," kata SBY.

Saat ini bantuan permodalan disebut dengan kebijakan mikro kredit dan kredit
usaha rakyat (KUR) yang memiliki persayaratan yang lebih lunak, dibandingkan
pinjaman reguler. Tahun lalu KUR dikucurkan sekitar Rp 12,5 triliun. Tahun
ini pemerintah menganggarkan Rp 20 triliun. Dharapkan lebih banyak lagi
modal yang bisa diserap oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan
koperasi di seluruh Indonesia. "Saya berharap gunakan sebaik-baiknya peluang
ini, gunakan sebaik-baiknya bantuan pemerintah melalui kebijakan KUR ini,"
Presiden SBY menandaskan.

Pemerintah juga paham bahwa para perajin, terutama UKM, memerlukan bimbingan
dan bantuan untuk promosi dan penjualan. Inacraft merupakan salah satu
sarana membantu usaha UMKM melakukan promosi dan kemudian menuju ke
penjualan. "Saya berharap mari kita lanjutkan. Pemerintah mengajak dunia
usaha, asosiasi-asosiasi profesi yang bergerak di bidang handicraft, untuk
membangun kemitraan yang makin efektif, membantu memasarkan dan menjualkan
produk-produk dari industri kreatif dan handicraft ini," ujar SBY. (mit)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke