http://www.antara.co.id/arc/2009/4/21/mata-mata-komputer-retas-proyek-jet-tempur-pentagon/

21/04/09 19:23

*Mata-mata Komputer Retas Proyek Jet Tempur Pentagon*
*

Washington (ANTARA News/AFP)* - Mata-mata komputer telah meretas program
senjata paling mahal di Pentagon, demikian laporan satu surat kabar AS,
Selasa, sehingga meningkatkan prospek musuh Amerika meraih akses ke data
keamanan sangat rahasia.

Dengan mengutip keterangan mantan dan pejabat pemerintah saat ini, The Wall
Street Journal menyatakan penyusup dunia maya mampu menyalin beberapa
"terabyte" data mengenai proyejk Joint Strike Fighter, yang bernilai 300
miliar dolar AS dan mungkin memudahkan pertahanan terhadap pesawat itu, yang
juga dikenal dengan nama F-35 Litghning II.

Satu terabyte adalah 1.000 gigabyte.

Para pejabat tersebut mengatakan penerobosan serupa tercatat pada sistem
pemantauan lalu-lintas udara Angkatan Udara AS dalam beberapa bulan
belakangan, sementara The Wall Street Journal sebelumnya juga melaporkan
bahwa mata-mata komputer meretas komputer yang digunakan untuk mengatur
sistem pembagian listrik AS dan prasarana lain.

Serangan paling akhir itu menandai peningkatan upaya oleh penyusup guna
memperoleh data keamanan penting AS selama enam bulan terakhir --atau
setidaknya kesadaran AS mengenai serangan semacam itu, kata mantan seorang
pejabat.

"Tak pernah terjadi yang seperti ini," kata mantan pejabat tersebut
sebagaimana dikutip. Ia menambahkan lembaga lain militer serta perusahaan
kontrak swasta telah terpengaruh.

"Itu lah semua yang membuat negara ini maju," katanya.

Belum jelas seberapa parah penerobosan tersebut, atau siapa sesungguhnya
para peretas itu, tapi data paling peka mengenai proyek pesawat tempur
dilaporkan disimpan di komputer yang aman dan tak tersambung ke Internet.

Surat kabar tersebut mengutip beberapa mantan pejabat AS yang tak disebutkan
jati diri mereka dan mengatakan serangan itu "tampaknya berasal di China".

Satu laporan belum lama ini dari Pentagon menyatakan militer China telah
membuat "kemajuan pasti" dalam pengembangan teknik bagi peningkatan perang
online, sebagai bagian dari upaya mengimbangi militer yang kurang
berkembang, kata The Wall Street Journal.

Awal April, China membantah laporan The Wall Street Journal bahwa para
peretas China dan Rusia telah berusaha mengirim virus ke dalam instalasi
listrik AS.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke