http://www.antara.co.id/arc/2009/4/21/indonesia-siap-hadapi-perubahan-diplomasi-abad-21/

21/04/09 18:16

*Indonesia Siap Hadapi Perubahan Diplomasi Abad 21*


*Bandung (ANTARA News)* - *Diplomasi Indonesia* pada abad 21 dihadapkan pada
berbagai perubahan dan pergeseran kekuatan dalam lingkungan strategis global
dan regional sebagai dampak pada aspek hubungan antar negara.

Pendapat tersebut disampaikan mantan *Dubes RI untuk PBB, Nugroho Wisnumurti
* pada sebuah diskusi publik di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jalan
Dipatiukur Bandung, Selasa.

Dikatakan, peta kekuatan dunia sedang mengalami transisi menjadi kekuatan
nonpolar dimana sistem internasional ini muncul dengan ditandai oleh
banyaknya pusat kekuatan yang independen sehingga tidak ada kekuatan yang
dominan.

"Pelaku-pelaku dalam sistem nonpolar ini tidak hanya negara, tetapi juga
pelaku non negara seperti organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga
internasional tertentu," ucapnya.

Perubahan mendasar itu merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan
perannya dalam menghadapi berbagai tantangan baik tataran regional maupun
global termasuk menghidupkan kembali peran Indonesia sebagi juru damai atau
"peacemaker."

Peranan Indonesia sebagai "peacemaker" merupakan panggilan konstitusi yang
perlu terus diupayakan jika perdamaian dan keamanan menghadapi tantangan
atau ancaman, ujar Nugroho.

Dia menghimbau bangsa Indonesia perlu belajar dari pengalaman di kawasan
regional agar Indonesia tidak hanya mencoba-coba menjadi juru damai.

"Indonesia tidak bisa mencoba-coba menjadi `peacemaker? hanya karena tekanan
politik dari kalangan tertentu di dalam negeri atau atas permintaan dari
salah satu pihak yang bertikai," katanya seraya menambahkan pengalaman
menunjukkan peran Indonesia sebagai juru damai lebih berhasil apabila
dibatasi pada konflik regional di banding global.

Namun Nugroho optimis dengan meningkatnya citra positif Indonesia di dunia
internasional, Indonesia akan terus melanjutkan perannya sebagai juru damai.

Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia, cinta damai, dan
terkenal dengan Islam moderatnya merupakan citra positif di dunia
internasional sehingga memiliki potensi untuk melanjutkan perannya sebagai
"peacemaker."(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke