http://www.antara.co.id/arc/2009/4/21/jerman-bppt-lepas-empat-buoy-lagi/

21/04/09 12:58

*Jerman-BPPT Lepas Empat Buoy Lagi*


*Merak (ANTARA News)* - *Jerman* bekerja sama dengan *BPPT* kembali melepas
empat buoy pemantau tsunami ke Samudera Hindia, tepatnya di selatan Jawa
dengan kapal riset Jerman, Sonne, di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa.

*Deputi bidang Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT Jana Anggadiredja* di sela
pelepasan buoy tersebut mengatakan, pelepasan empat buoy ini merupakan
bagian dari komitmen pemerintah Jerman menyediakan 10 buoy tsunami bagi
kepentingan Peringatan Dini Tsunami (Tsunami Early Warning System/TEWS) pada
14 Maret 2005.

Menurut Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Ridwan Djamaluddin,
empat buoy lagi telah dilepas pada 9 hingga 19 April 2009 di Samudera Hindia
di barat Sumatera serta dua buoy lagi rencananya akan dipasang pada akhir
2009.

"Buoy-buoy ini sangat penting untuk memberikan peringatan kepada masyarakat
pesisir ketika tsunami masih berada di tengah laut sehingga masyarakat masih
sempat bertindak," katanya.

Ridwan menegaskan waktu yang dibutuhkan dari mulai Ocean Bottom Unit (OBU)
mendeteksi adanya anomali tekanan yang disebabkan oleh air laut kemudian
mengirimkan sinyalnya ke buoy di permukaan laut.

Dari alat di  buoy kemudian mengirim sinyal satelit melalui GPS (Global
positioning system) serta menyampaikannya ke BMKG (Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika) adalah tiga menit.

"Sehingga dalam lima menit BMKG sudah bisa memutuskan apakah gempa yang
terjadi berpotensi tsunami atau tidak dan masyarakat punya waktu untuk
bersiap sekitar 20 menit untuk menjauh dari pesisir," katanya sambil
menerangkan bahwa waktu tempuh tsunami dari sumbernya di palung Jawa ke
pantai sekitar 20 menit.

Dengan pelepasan empat buoy Jerman ini, maka total buoy tsunami yang
terpasang di lokasi sumber tsunami Indonesia menjadi 12 buoy, yakni buoy
milik Malaysia satu, milik Indonesia tiga dan delapan buoy milik Jerman.

"Dua buoy yang pernah diluncurkan Jerman pada November 2005 lalu ditukar
dengan yang baru karena belum dilengkapi OBU dan hanya mencatat GPS saja
sehingga belum berfungsi," katanya.

Sedangkan dua buoy milik AS yang pernah diluncurkan tahun lalu sudah hilang,
ujarnya sambil menambahkan bahwa AS dan Indonesia akan melanjutkan kerja
sama alih teknologi pembuatan buoy.
(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke