http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/20/19100546/modal.dasar.pltn.sudah.dikuasai

*Modal Dasar PLTN Sudah Dikuasai*

Senin, 20 April 2009 | 19:10 WIB

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Guna mendukung pembangunan* Pembangkit Listrik
Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria Jawa Tengah 2016* maka dibuatlah 3
unit reaktor riset, yang salah satunya adalah Reaktor RSG-GAS di Serpong.
Dua kegiatan utama dalam Reaktor RSG-GAS tersebut adalah Manajemen Teras dan
Fisika Reaktor.

Di balik kesuksesan dua kegiatan utama tersebut ada sosok *Surian Pinem*,
yang hari ini (20/4) dikukuhkan menjadi *Profesor Riset Bidang Fisika
Reaktor Nukir* bersama 2 peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di
Gedung BATAN, Jakarta (20/4).

"Optimasi reaktor RSG-GAS, merupakan modal dasar untuk menuju pada pemahaman
dan penguasaan teknologi desain dan keselamatan teras reaktor PLTN pertama
di Indonesia," kata Surian saat orasi ilmiahnya yang berjudul Litbang
Manajemen Teras dan Fisika Reaktor RSG-GAS untuk Mendukung PLTN Pertama di
Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tujuan manajemen teras adalah membentuk
konfigurasi teras berikutnya yang aman dan mewakili tujuan desain, seperti
reaktifitas lebih yang cukup untuk satu siklus operasi. Sedangkan kegiatan
litbang fisika reaktor meliputi faktor perlipatan efektif, nilai
reaktifitas, batang kendali, fluks dan spektrum neutron, dan parameter
kinetik.

"Dengan demikian, perhitungan fisika reaktor dan manajemen teras memegang
peranan yang sangat penting dalam pengoperasian reaktor nuklir yang aman dan
handal. Keduanya bisa dikatakan jiwa dari keselamatan teras reaktor nuklir,"
kata Surian.

Dengan pengukuhan ini Surian yang menjadi orang 261 dalam Komunitas Peneliti
Nasional dan Profesor Peneliti ke-39 di BATAN. Dua peneliti BATAN lain yang
juga dikukuhkan sebagai Profesor Riset adalah Sugiarto Danu di bidang
Polimerisasi sebagai orang ke-260 dan 38 dan Sigit untuk Bidang Teknik Kimia
urutan ke-262 dan 40. Mereka dikukuhkan oleh Kepala LIPI selaku Ketua
Majelis Pengukuhan Profesor Riset Umar Anggoro Jeni.

ONE


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke