http://www.antara.co.id/arc/2009/4/22/menkeu-asean+3-bahas-inisiatif-chiang-mai-di-bali/

22/04/09 19:07

*Menkeu ASEAN+3 Bahas Inisiatif Chiang Mai di Bali*


*Jakarta (ANTARA News)* - Para Menteri Keuangan ASEAN+3 akan membahas
kelanjutan Inisiatif Chiang Mai di sela pertemuan tahunan ke-42 Bank
Pembangunan Asia (ADB) di Bali, 2-5 Mei 2009.

Hal itu dikemukakan oleh *Menteri Keuangan Sri Mulyani* di Kantor
Kepresidenan Jakarta, Rabu, seusai melaporkan kesiapan penyelenggaraan
pertemuan ADB kepada *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono*.

"Akan ada pertemuan Menteri Keuangan ASEAN+3 untuk menyelesaikan Inisiatif
Chiang Mai," kata Menkeu.

Pertemuan itu, lanjut dia, akan membahas mengenai upaya menaikkan jumlah
uang yang akan dikumpulkan bersama menjadi sebesar 120 miliar dolar AS,
upaya membagi pendanaan tersebut di antara negara-negara ASEAN+3 serta
bagaimana mekanisme penggunaannya.

"Akan disepakati oleh ASEAN+3 suatu finalisasi dari Inisiatif Chiang Mai
yaitu penggunaan funding 120 miliar dolar AS itu di antara negara-negara
ASEAN+3. Dimana untuk Indonesia pinjaman siaga yang bisa diakses sebesar 14
miliar dolar AS," katanya.

Dalam pertemuan di Bali juga akan ada lokakarya bersama para Menkeu ASEAN
dengan para investor.

"Kita juga akan melakukan ASEAN show case dan road show Menteri Keuangan
dimana para Menteri Keuangan akan bertemu dengan para investor," katanya.

ASEAN terdiri dari 10 negara yaitu Indonesia, Kamboja, Singapura, Malaysia,
Brunei, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Laos. Tiga negara mitra
yang tergabung dalam ASEAN+3 adalah Jepang, China dan Korea Selatan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan membuka sidang tahunan itu
bersama Presiden ADB pada 4 Mei 2009.

"Presiden Yudhoyono dan presiden ADB juga akan menandatangani perangko seri
`ADB annual meeting` (Pertemuan Tahunan ADB)," katanya.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa Presiden memberikan arahan agar persiapan
pertemuan itu dilakukan dengan pemeriksaan secara detil.

"Agar kepercayaan dan persepsi masyarakat Internasional terhadap Indonesia
dapat terus dipelihara dengan baik," ujarnya.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke