Pernyataan tersebut bisa juga dibalik:
(1) Seseorang dengan IQ yang rendah cenderung kurang bijaksana (kecuali jika ia 
menyadari IQ-nya rendah, sehingga dengan kesadarannya tsb ia bisa menjadi 
bijaksana)
(2) Orang yang kurang bijak cenderung IQ-nya rendah.

Seseorang yang yang IQ-nya tinggi, memiliki neuron lebih banyak dibandingkan 
dengan orang ber IQ rendah. Ibaratnya processor, IQ tinggi memiliki kemampuan 
memproses data/masalah lebih baik dan lebih cepat, dimana prosessor biasa belum 
tentu mampu melakukannya.. Prosessor dengan kapasitas yang rendah, akan lebih 
mudah panas bila dipaksakan memproses data/masalah yang berat atau melebihi 
kapasitasnya.

Mungkin dimasa depan, cara mengukur IQ seseorang, cukup dengan menghitung 
jumlah neuron di dalam otaknya, lebih banyak atau sedikit dibandingkan 
rata-rata orang kebanyakan.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


http://sains.kompas.com/read/xml/2009/04/28/22140374/iq.tinggi.cenderung..bijak.putuskan.masalah.ekonomi

IQ Tinggi Cenderung Bijak Putuskan Masalah Ekonomi

 Selasa, 28 April 2009 | 22:14 WIB

KOMPAS.com — Orang-orang dengan kemampuan intelegensia (IQ) tinggi cenderung 
mampu mengambil keputusan-keputusan ekonomi lebih bijak. Demikian hasil studi 
yang dilakukan para peneliti dari Universitas Minnesota, AS.

"Temuan ini dapat mengungkap faktor-faktor penentu kesuksesan ekonomi di antara 
individu dan di berbagai negara," ujar Aldo Rustichini, salah satu peneliti 
dari Universitas Minnesota.

Hasil penelitian yang dimuat dalam Proceedings of the National Academy of 
Sciences teranyar ini melibatkan 1.000 orang relawan dalam sebuah perusahaan. 
Pada penelitian tersebut, masing-masing relawan diukur kemampuan kognitifnya 
dan diminta untuk memutuskan sejumlah pilihan yang berkaitan dengan ekonomi 
untuk diterapkan dalam pekerjaannya.

Sukarelawan yang memiliki tingkat IQ di atas rata-rata ternyata cenderung dapat 
mengukur risiko lebih baik. Mereka juga lebih pintar melakukan efisiensi biaya 
dan konsisten dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, orang-orang dengan IQ tinggi lebih mudah menyesuaikan dengan 
kebijakan organisasi yang bersifat strategis. Bahkan, mereka juga menunjukkan 
kepedulian sosial lebih tinggi.

Para peneliti juga mengukur daya tahan dalam pekerjaan baru. Dalam eksperimen 
ini, perusahaan menjanjikan bayaran kepada relawan yang dapat bertahan minimal 
satu tahun. Bagi yang gagal dan keluar sebelum satu tahun malah harus membayar 
denda. Hasilnya, pekerja dengan IQ di atas rata-rata punya daya tahan dua kali 
lipat.

Rustichini mengatakan, karakteristik individu yang menentukan kesuksesan 
ekonomi antara lain kesabaran, kemampuan mengambil risiko, dan perilaku sosial 
yang efektif. Ketiga faktor tersebut secara bersam-sama berpengaruh terhadap 
kemampuan kognitif yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.

"Ini juga menunjukkan bahwa pendidikan sejak dini tidak hanya berpengaruh 
terhadap perkembangan kognitif, tapi juga meningkatkan kemapuan mengambil 
keputusan lebih efektif," ujar Stephen Burks, peneliti lainnya.


WAH 
Sumber : PHYSORG



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke