http://www.republika.co.id/berita/50053/Ekonomi_Indonesia_Lebih_Baik_Dari_Krisis_1998
Ekonomi Indonesia Lebih Baik Dari Krisis 1998
JAKARTA - Kondisi industri perbankan Indonesia saat ini secara keseluruhan
dinilai lebih baik dibanding krisis ekonomi 10 tahun lalu.
Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono mengatakan industri perbankan nasional tetap
mengalami pertumbuhan. Per Maret kredit tumbuh 26,6 persen atau Rp 1,3 triliun,
DPK tumbuh 21,8 persen dengan bunga deposito antara 9,25 persen hingga sekitar
11 persen dan rasio kecukupan modal rata-rata 18 persen.
"Kita tetap optimis karena tetap tahan dari krisis. Indikator juga terlihat
baik," kata Sigit dalam sambutan pembukaan Apconex di JCC, Rabu (13/5).
Sementara itu dengan cadangan devisa 66,5 miliar dolar, lanjutnya, Indonesia
masih aman untuk impor dan membayar utang pemerintah selama 2,6 bulan. Walau
terjadi perlambatan laju ekonomi, ujar Sigit, pertumbuhan diperkirakan 3-4
persen sehingga masih ada ruang untuk tumbuh.
"Perbanas sebagai lembaga tertua dengan jumlah 78 anggota yang menguasai pasar
85 persen akan mendukung perbankan yang efisien dan prudent," kata Sigit.
Ia menambahkan krisis global telah menyentuh perekonomian, namun industri
perbankan diharapkan dapat tetap mendukung ditengah krisis. Walau prinsip
kehati-hatian harus tetap diperhatikan karena pasar komoditi dan ekspor juga
terkena dampak krisis.
Untuk itu, paparnya, fakta tersebut memperlihatkan harus adanya sinergi antara
pemerintah, sektor riil, perbankan, BI, dan pelaku usaha lainnya dalam
mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. - gie/ahi
[Non-text portions of this message have been removed]