Refleksi: Kalau keadaan lansia di Jawa Barat demikian seperti tercantum dalam 
artikel dibawah ini, maka pertanyaannya bagaimana dengan keadaan di luar pulau 
Jawa? Dekat di mata jauh di hati, berarti jauh di mata pasti jauh pula di hati.


http://www.sinarharapan.co.id/berita/0905/14/nus02.html

264.080 Lansia di Jabar Telantar 



Bandung - Sedikitnya 264.080 dari 2.888.548 jiwa yang masuk kategori lanjut 
usia (lansia) di Jabar dalam kondisi telantar. Mayoritas lansia di Jabar, 
khususnya yang dikategorikan telantar, hidup dalam status ekonomi yang 
memprihatinkan. 


Fenomena lansia telantar itu terungkap dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 
Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Jabar di Aula Dinas Kesehatan Jabar, Rabu 
(13/5). Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Kepala 
Dinas Sosial Jabar, Aip Rivai. 


Aip Rivai menyebutkan, dari jumlah lansia itu, 1.580 jiwa di antaranya telah 
ditampung di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) pemerintah dan swasta. Para 
lansia yang ditampung di PSTW swasta mencapai 1.230 jiwa. Sisanya yang 350 jiwa 
ditampung di PSTW pemerintah yang tersebar di Jabar. 


Dia menjelaskan, kebanyakan lansia itu tinggal bersama keluarganya. Khusus 
lansia yang telantar, biasanya tidak tinggal bersama saudaranya. Untuk itu, 
pihaknya akan menginventarisasi lansia yang telantar. 


Dia menyatakan, sekali pun belum maksimal, Pemprov Jabar telah memiliki program 
yang membantu para lansia. Di antaranya, sebut Aip, program Usaha Ekonomis 
Produktif (UEP). Tahun ini, pihaknya akan memberikan bantuan UEP kepada 400 
lansia produktif.  Pihaknya pun dalam APBD 2009, mengalokasikan dana untuk 
subsidi BBM dan pemakaman bagi 350 lansia. Gubernur Ahmad Heryawan menjelaskan, 
setiap tahun harus disiapkan program bagi para lansia. Dia menyatakan, bantuan 
kepada para lansia merupakan amanat UU 13/1998 tentang Kesejahteraan Lansia. 


Heryawan menjelaskan, sebisa mungkin program tersebut digulirkan secara merata. 
''Khusus lansia yang telantar harus diperhatikan,'' ujar Heryawan kepada SH di 
Kantor Dinkes Jabar, Rabu. 
(saufat endrawan)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke