http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/14/18203851/deklarasi.kelautan.manado.disepakati.75.negara

Deklarasi Kelautan Manado Disepakati 75 Negara

Kamis, 14 Mei 2009 | 18:20 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Deklarasi Kelautan Manado (Manado Ocean Declaration) 
disepakati dalam Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) di 
Manado, Kamis. Deklarasi ini diadopsi 75 negara yang mengirimkan delegasi ke 
konferensi laut pertama di dunia itu.

"Semua sepakat, semua yang hadir mengadopsi," kata Kepala Badan Riset Kelautan 
dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Gellwyn Yusuf seusai pertemuan 
tingkat tinggi WOC di Grand Kawanua Convention Center, Manado.

Negara yang mengadopsi deklarasi itu antara lain Indonesia, Filipina, Thailand, 
Malaysia, Somalia, Suriname, Pakistan, Grenada, Amerika Serikat, Republik 
Korea, Perancis, India, China, Kamboja, Angola, Filipina, dan Namibia.

Ketua Pertemuan Pejabat Tinggi (Senior Official Meeting/SOM) WOC Eddy Pratomo 
mengatakan, kesepakatan dalam deklarasi ini selanjutnya diharapkan bisa 
memengaruhi pembahasan global mengenai perubahan iklim, dan menjadikan dimensi 
laut sebagai arus utama di dalamnya.

"Ini adalah bentuk komitmen politik yang jelas terkait dengan peran perubahan 
iklim terhadap laut dan sebaliknya. Para menteri dan delegasi juga telah 
menunjukkan keinginan mereka untuk membangun kemitraan dalam perlindungan 
laut," katanya, saat menutup pertemuan.

Eddy yakin kesepakatan yang tertuang dalam Deklarasi Kelautan Manado 
selanjutnya akan menyatukan tujuan negara-negara peserta konferensi untuk 
menjadikan laut sebagai arus utama dalam setiap pembahasan dan negosiasi 
terkait perubahan iklim.

Namun, kata dia, kesepakatan yang dihasilkan dalam WOC baru merupakan langkah 
awal yang harus diikuti dengan tindak lanjut, sebelum benar-benar 
direalisasikan dan memberikan manfaat bagi semua, khususnya daerah kepulauan di 
negara-negara berkembang.

Menurut anggota delegasi dari China, Shang Zhen, deklarasi tersebut harus 
diikuti dengan lebih banyak kerja sama riset ilmiah untuk merumuskan strategi 
adaptasi yang tepat dalam rangka mengurangi dampak perubahan iklim terhadap 
laut dan sebaliknya.

Tentang mekanisme pendanaan dalam upaya adaptasi dan mitigasi dampak perubahan 
iklim terhadap laut dan sebaliknya, Zhen mengatakan, selanjutnya harus ada 
kejelasan tentang apa saja yang bisa dicakup oleh pendanaan, dan apa yang bisa 
dijual untuk itu.

Ia mengatakan, implementasi deklarasi ini masih bergantung pada pertemuan para 
pihak dalam United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC di 
Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang.

Penekanan pada Konservasi

Deklarasi Kelautan Manado terdiri atas 14 paragraf pembuka inti dan 21 poin 
kesepakatan operatif. Isi deklarasi antara lain berupa komitmen negara-negara 
peserta untuk melakukan konservasi laut jangka panjang, menerapkan manajemen 
pengelolaan sumber daya laut dan daerah pantai dengan pendekatan ekosistem, 
serta memperkuat kemitraan global untuk pembangunan berwawasan lingkungan.

Mereka juga menyepakati perlunya strategi nasional untuk pengelolaan ekosistem 
laut dan kawasan pantai serta penerapan pengelolaan laut dan daerah pantai 
secara terpadu.

Kesepakatan untuk bekerja sama dalam riset kelautan serta pertukaran informasi 
terkait hubungan perubahan iklim dan laut juga masuk dalam deklarasi yang 
dibahas sejak 11 Mei hingga 14 Mei itu.

Meski tidak dijelaskan secara rinci, tetapi deklarasi juga menitikberatkan 
perlunya penerapan kebijakan terpadu yang ramah lingkungan dalam pengelolaan 
laut dan daerah pantai dengan memperhatikan kehidupan masyarakat yang paling 
rentan, yakni mereka yang hidup di pesisir atau pantai.

Deklarasi juga menekankan kebutuhan dukungan finansial dan insentif untuk 
membantu negara-negara berkembang mewujudkan lingkungan yang baik bagi 
komunitas yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim, serta mengundang 
negara-negara dalam UNFCCC untuk mempertimbangkan dan memasukkan proposal 
proyek adaptasi perubahan iklim di laut ke dalam Adaptation Fund Board.

Pertukaran teknologi untuk pengurangan dampak perubahan iklim terhadap laut dan 
sebaliknya juga ditekankan, tetapi belum ada penjelasan mengenai mekanisme 
transfer teknologi yang dimaksud.

Mereka yang menyepakati deklarasi juga menyatakan akan melanjutkan kerja sama 
pada tingkat nasional dan regional, serta selanjutnya membangun area 
perlindungan laut.

Mereka juga mendorong upaya Sekretaris Jenderal PBB untuk memfasilitasi kerja 
sama dan koordinasi terkait masalah ini dalam sistem PBB, serta mengharapkan 
hasil efektif dari pertemuan para pihak (Conference of Parties/COP) UNFCCC 
ke-15 di Kopenhagen, Denmark, pada Desember mendatang.

WAH
Sumber : Antara


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke