http://sains.kompas.com/read/xml/2009/05/14/1826140/kesepakatan.manado.dibawa.ke.new.york.dan.kopenhagen
Kesepakatan Manado Dibawa ke New York dan Kopenhagen
Kamis, 14 Mei 2009 | 18:26 WIB
MANADO, KOMPAS.com — Deklarasi Kelautan Manado atau Manado Ocean Declaration
(MOD) yang disepakati 75 negara peserta Konferensi Kelautan Dunia atau World
Ocean Conference (WOC) di Manado, Kamis (14/5), baru merupakan langkah awal
dalam upaya pengarusutamaan isu laut dalam pembahasan dan adaptasi perubahan
iklim.
"Ini maksimal yang dicapai, kita senang akhirnya semua yang disarankan bisa
masuk ke dalam deklarasi. Tapi ini baru langkah awal, masih banyak yang harus
dilakukan setelah ini," kata Ketua Pertemuan Pejabat Tinggi atau Senior
Official Meeting (SOM) WOC Eddy Pratomo.
Namun, kata dia, saat ini sudah ada peta jalan yang jelas untuk menerjemahkan
isi deklarasi ke dalam strategi dan kebijakan yang jelas sehingga selanjutnya
bisa diterapkan dan memberikan manfaat bagi negara-negara di dunia, khususnya
negara-negara kepulauan yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim.
"Bulan Juni nanti akan dibahas dalam dua seri pertemuan soal kelautan di New
York.. Sebagai negara yang punya inisiatif mengenai hal ini, Indonesia bisa
menyampaikan apa yang sudah disepakati dalam WOC," katanya.
Deklarasi yang intinya berisi kesepakatan mengenai konservasi laut jangka
panjang, transfer teknologi, dan kebutuhan pendanaan untuk adaptasi perubahan
iklim di laut tersebut, dia mengatakan, selanjutnya akan disampaikan dalam
Pertemuan Para Pihak atau Conference of Parties (COP) UNFCCC ke-15 di
Kopenhagen, Denmark, bulan Desember mendatang.
"Kita juga sudah mengundang negara-negara pihak di UNFCCC untuk
mempertimbangkan pengembangan dan pengajuan proposal proyek adaptasi perubahan
iklim dalam pengelolaan laut ke Adaptation Fund Board," katanya.
Direktur Jenderal Perjanjian Internasional Departemen Luar Negeri Arif Hafaz
Oegroseno menambahkan bahwa selanjutnya deklarasi itu akan dimasukkan ke dalam
sistem PBB sehingga isu laut dan perubahan iklim bisa masuk ke dalam setiap
pembahasan dan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim yang dilakukan
badan-badan di bawah PBB, seperti WHO, ILO, UNCLOS, dan yang lainnya.
WAH
Sumber : Antara
[Non-text portions of this message have been removed]