http://www.republika.co.id/berita/50269/Kebangkitan_Islam_akan_Muncul_di_Melayu
Kebangkitan Islam akan Muncul di Melayu
JAKARTA -- Potensi umat Islam di rantau Melayu meliputi Indonesia, Malaysia,
Brunei, Thailand Selatan, dan Filipina sungguh begitu besar. Pimpinan Yayasan
Dakwah Islamiyah Malaysia (Yadim), Dato' Nakhaie Ahmad, optimistis bahwa di
masa depan kebangkitan Islam akan dimulai dari Asia Tenggara, khususnya
Indonesia dan Malaysia.
''Saya yakin, kebangkitan Islam itu akan datang dari rantau Melayu,'' ungkap
Nakhaie saat berkunjung ke Republika, Rabu (13/5), bersama sejumlah pengurus
Yayasan Dakwah Malaysia Indonesia (Yadmi) yang dipimpin KH Tarmizi Taher, ketua
Dewan Pembina Yadmi.
Menurut Nakhaie, kebangkitan Islam lebih berpotensi terjadi di kawasan Asia
Tenggara dibandingkan Timur Tengah ataupun Asia Selatan. Ia menilai, kawasan
Timur Tengah dan Asia Selatan sangat rentan konflik. Hal itu sangat berbeda
dengan rantau Melayu yang lebih stabil dan tak terlalu rawan konflik.
Selain itu, papar Nakhaie, umat Islam di wilayah Asia Tenggara memiliki ikatan
persaudaraan yang kuat sebagai Ahli Sunnah wal Jamaah. Menurut dia, potensi
kebangkitan Islam di rantau Melayu juga didukung oleh hubungan dekat antara
ulama dan pemerintah.
Terlebih, kata dia, umat Islam di Indonesia dan Malaysia menunjukkan semangat
persaudaraan yang sangat kuat dan mampu menjadi teladan dalam hubungan
antarumat beragama. ''Ini suatu keadaan yang baik bagi kebangkitan Islam,''
tuturnya.
Meski begitu, papar Nakhaie, potensi kebangkitan Islam itu tak akan terwujud
jika umat Muslim di rantau Melayu tak melakukan langkah-langkah strategis. Saat
ini, kata dia, umat Muslim belum menguasai sektor industri dan ekonomi.
Akibatnya, umat Muslim yang mayoritas sangat tergantung pada kalangan minoritas
dalam bidang industri dan ekonomi.
Sebaiknya umat Islam tak hanya menguasai sektor pemerintahan dan politik.
''Sebab, kebutuhan sandang, pangan, dan papan tak disediakan pemerintah. Kita
menggantungkan masalah ini kepada minoritas. Inilah salah satu kelemahan
kita,'' tegasnya.
Hal senada diungkapkan KH Tarmizi Taher. Mantan menteri agama RI ini menuturkan
ada tiga negara yang potensial menjadi pusat kebangkitan Islam di masa depan,
yakni Turki, Malaysia, dan Indonesia. ''Namun, dibandingkan Turki, tampaknya
Indonesia dan Malaysia akan berkembang lebih cepat,'' ungkapnya. sya/she
[Non-text portions of this message have been removed]