Trendnya memang Israel semakin lemah dan surut. Hal ini disebabkan kekuatan-kekuatan Umat Islam, Arab dan Non Arab semakin hebat, cerdas, lihai dan mumpuni.Termasuk Palestina. Sesuai kalkulasi analitis teoritis, Israel akan surut dalam 10-15 tahun ke depan. Kehebatan dan kecerdasan Umat Islam semakin meningkat, sedangkan perkembangan Israel tidak mampu menandingi percepatan perkembangan kecerdasan Umat Islam.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------- http://www.republika.co.id/berita/50510/Israel_Tenangkan_AS_Soal_Iran Israel Tenangkan AS Soal Iran JERUSALEM -- Israel berjanji tak akan mengejutkan sekutu dekatnya, AS, dengan melakukan serangan militer ke fasilitas nuklir Iran. Semua langkah yang terkait Iran akan dikoordinasikan dengan AS. Janji Israel ini untuk memenuhi permintaan AS agar Israel tak mengejutkan sekutunya itu dengan serangan militer ke Iran. Menurut harian Haaretz, Jumat (15/5), dalam perjalanannya ke Israel pada awal pekan ini, Kepala CIA, Leon Panetta, menyampaikan pesan Presiden Barack Obama kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Obama ingin agar pemerintah Israel tak melakukan serangan mengejutkan ke Iran. Saat menyampaikan pesan Obama ini, Panetta bertemu Netanyahu, Menteri Pertahanan Ehud Barak, Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, dan Kepala Mossad Meir Dagan. Melalui pesan ini, Obama menilai Israel akan melahirkan eskalasi di kawasan Timur Tengah dan menyulitkan upayanya meningkatkan hubungan dengan Iran. Walaupun sebenarnya pesan Obama ini bukanlah hal baru. Sebab tahun lalu, saat George W Bush masih menjabat presiden, pesan serupa juga dilayangkan ke Israel. Sejumlah pejabat Israel yakin kebijakan luar negeri AS menentang keras serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran. Kebijakan ini diteruskan pemerintahan sekarang. AS berharap Israel melakukan koordinasi soal aksi militer itu dengan Washington. Sejumlah pejabat senior di masa pemerintahan Bush yang berbicara kepada Kongres, mengungkapkan konsultasi pernah dilakukan Israel kepada AS sebelum akhirnya Israel melakukan serangan udara ke reaktor nuklir Suriah pada 2007. Dalam konsultasi tersebut, Israel menyatakan bahwa proyek Suriah itu merupakan ancaman penting bagi Israel. Oleh karena itu, Israel harus bertindak. Soal ancaman Iran, tampaknya juga akan menjadi fokus pembicaraan Netanyahu dengan Obama, Kongres, dan pejabat senior AS dalam kunjungannya ke AS pada 18 Mei mendatang. Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Mohamad ElBaradei mengungkapkan, jumlah negara yang berpotensi memiliki senjata nuklir bisa mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun mendatang. ''Ini tak akan terjadi jika negara besar menempuh langkah radikal dalam perlucutan senjata nuklir,'' katanya. ElBaradei yang dikutip The Guardian menambahkan, ancaman besar penyebaran senjata nuklir terutama terjadi di kawasan Timur Tengah. Ia menyatakan pula rezim internasional yang berencana membatasi penyebaran senjata nuklir berisiko mengalami kegagalan.''Rezim mana pun harus memiliki rasa keadilan dan persamaan,'' katanya. Dalam perkiraan ElBaradei, gelombang baru penyebaran senjata nuklir akan melibatkan negara-negara yang bisa memproduksi plutonium atau uranium yang diperkaya dalam tingkatan tinggi. Termasuk negara-negara yang tahu bagaimana membuat hulu ledak nuklir namun terhenti hanya bisa merakit senjata seperti itu. Negara-negara semacam itu, ujar ElBaradei, secara teknis akan tetap tunduk pada NPT. Namun kemudian dalam beberapa waktu kemudian menggelar dan menggunakan sebuah senjata nuklir.''Ini fenomena yang kita lihat sekarang ini dan apa yang orang khawatirkan tentang Iran,'' tambahnya. ElBaradei mengatakan nantinya akan ada sembilan negara memiliki senjata nuklir dan kemungkinan akan ada 10 atau 20 negara lainnya yang memiliki potensi itu. Timur Tengah akan menjadi semacam bom waktu. Sebab orang merasa sepenuhnya ditekan oleh pemerintahnya sendiri dan diperlakukan tak adil oleh dunia luar. Menurut ElBaradei, nantinya tak mengagetkan bila melihat makin banyak kelompok ekstremis yang akan berupaya untuk mendapatkan senjata nuklir atau bahan-bahan nuklir. Ini ancaman terbesar bagi dunia, ia mengacu pada Taliban di Pakistan.''Kita khawatir sebab ada perang di sebuah negara dengan senjata nuklir.''reuters/fer/taq [Non-text portions of this message have been removed]

