Kalau saya lihat memang di era Megawati, Neoliberalisme lebih gila lagi. Pada masa pemerintahannya diwarnai dengan pencabutan subsidi BBM oleh Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sehingga harga minyak naik dan juga penjualan BUMN oleh Laksamana Soekardi. Boediono yang dituding Neoliberalis pun sempat menjadi menterinya.
Namun para menteri yang disinyalir Neoliberalis seperti Boediono, Purnomo, dan Laksamana Soekardi saat ini berpindah ke kubu SBY. Sementara Prabowo meski seorang kapitalis, mempropagandakan ekonomi kerakyatan untuk mengembalikan kekayaan alam Indonesia dari pengusaha asing ke rakyat Indonesia. Silahkan lihat di: http://capresindonesia.wordpress.com/2009/05/25/calon-presiden-capres-indonesia-2009-sby-boediono-mega-prabowo-jk-wiranto/ Saya tahu Prabowo itu dekat dengan beberapa ekonom kerakyatan. Jadi kalau paham Ekonomi Prabowonomics yang kerakyatan dipakai, mungkin (sekali lagi mungkin) ada perubahan. Megawati saya lihat orangnya agak awam. Jadi kalau kementeriannya didominasi orang Neoliberalis, maka kebijakannya pun jadi neoliberalis. Sebaliknya sekarang orang2 yang dituding Neoliberalis justru ramai-ramai merapat ke SBY. Nah ini menurut saya cukup berbahaya mengingat peluang SBY menang boleh dikata paling besar. Itu saja dari saya yang saat ini sepertinya memilih untuk tidak memilih karena tidak ada CAPRES yang sreg...:) === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id --- Pada Sen, 25/5/09, Imam Soeseno <[email protected]> menulis: > Dari: Imam Soeseno <[email protected]> > Topik: Re: [ekonomi-nasional] The Washington Taste . > Kepada: "Ekonomi" <[email protected]>, "Linkers" > <[email protected]> > Tanggal: Senin, 25 Mei, 2009, 5:08 AM > Hehehe, pernyataan sinis yg benar. > is > > > > > > > -----Original Message----- > From: Iman <[email protected]> > > Date: Mon, 25 May 2009 12:53:58 > To: <[email protected]> > Subject: Re: [ekonomi-nasional] The Washington Taste . > > > Komentar singkat saja. Selama menjabat presiden, rasanya > Megawati belum > pernah sekalipun mengunjungi Bantar Gebang. Begitu (maaf) > "ada maunya", > langsung deh bagi-bagi makanan dan beramah tamah disitu. > Apa iya semisal > beliau terpilih nanti, tetap akan mengunjungi Bantar > Gebang? Maaf, saya kok > ragu. > Rasanya, untuk menarik simpati rakyat, cara apapun akan > dilakukan. Tapi > begitu terpilih, siapapun presiden/wapresnya tentu akan > bersikap lebih > realistis melihat sikon di lapangan. Ketika kampanye > bolehlah menyerukan > jargon anti asing, anti liberalisme, dst. Tapi begitu > terpilih, saya berani > bertaruh, tidak ada yang berani langsung memutus kontrak > karya pertambangan > yang dikuasai asing, atau sepihak menghentikan utang luar > negeri. :) > > > Salam > > > > 2009/5/22 Taufik Dwidjowinarto <[email protected]> > > > Namun bahasa simbol bicara dengan > jujur dan > > setiap orang yang memiliki nurani pasti merasakan hal > itu. Pakar > > komunikasi politik Dr. Effendi Ghazali > > dalam beberapa kesempatan di sejumlah acara teve juga > menyatakan jika acara > > mewah tersebut mengirim pesan jika mereka tidak > pro-rakyat miskin. “Beda > > dengan > > pasangan Mega Pro yang menggelar acara deklarasi di > Gunung Sampah Bantar > > Gebang. Yang ini jelas, lewat komunikasi politik yang > ada, mereka hendak > > menyatakan bersungguh-sungguh berdiri di belakang > rakyat miskin.” > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------------------ > > Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? > Kirim email ke [email protected] > http://capresindonesia.wordpress.com > http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! > Groups Links > > > > > > ------------------------------------ > > Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? > Kirim email ke [email protected] > http://capresindonesia.wordpress.com > http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! > Groups Links > > > mailto:[email protected] > > > Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id..messenger.yahoo.com/pingbox/

